Tautan-tautan Akses

Ribuan Warga Tinggalkan Pantai Gading

  • Scott Stearns
  • Rauf Prasodjo
  • Made Yoni

Para pendukung Presiden Laurent Gbagbo menyanyikan lagu kebangsaan pada sebuah aksi mendukung Gbagbo agar tetap berkuasa, 29 Desember 2010.

Para pendukung Presiden Laurent Gbagbo menyanyikan lagu kebangsaan pada sebuah aksi mendukung Gbagbo agar tetap berkuasa, 29 Desember 2010.

Krisis politik yang terus berkecamuk di Pantai Gading membuat ribuan orang mengungsi ke negara tetangga, Liberia.

Uni Afrika dan Masyarakat Ekonomi Afrika Barat (ECOWAS) telah mengakui bekas Perdana Menteri Alassane Ouattara sebagai Presiden baru Pantai Gading. Fokus misi gabungan kelompok tersebut ke Abidjan adalah pada orang yang menghalangi jalan Ouattara, yaitu presiden yang sekarang berkuasa, Laurent Gbagbo.

Gbagbo mengatakan akan tetap menjabat presiden dan menuduh pemerintah-pemerintah asing merencanakan kudeta terhadapnya. Kemungkinan gagalnya perundingan untuk menyelesaikan perselisihan itu tampak jelas karena kedua pihak gagal menyepakati masalah yang akan mereka bicarakan.

Para pemimpin Afrika Barat mengatakan mereka berada di Abidjan untuk menekankan tuntutan mereka agar Gbagbo mundur. Juru bicara Presiden Sierra Leonne Ernest Bai Koroma, salah seorang kepala negara yang mewakili aliansi Afrika Barat, mengatakan mundurnya Gbagbo tidak bisa dirundingkan.

Tapi, para pembantu Gbagbo mengatakan pertemuan ini merupakan perundingan perdamaian. "Mereka datang bukan untuk merundingkan kepergian Presiden Gbagbo. Mereka datang ke Pantai Gading untuk proses perundingan sehingga kami bisa menemukan penyelesaian damai bagi krisis ini," ujar Duta Besar Yao Gnamien, utusan khusus Gbagbo.

Presiden Benin Boni Yayi (kiri) dan Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma tiba di bandara Abidjan, 3 Januari 2011.

Presiden Benin Boni Yayi (kiri) dan Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma tiba di bandara Abidjan, 3 Januari 2011.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakan para pemimpin Afrika Barat akan memutuskan apa yang akan dilakukan setelah pembicaraan pada hari Senin yang juga melibatkan penengah Uni Afrika, Perdana Menteri Raila Odinga.

Aliansi negara-negara Afrika Barat mengatakan sedang mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk menyingkirkan Gbagbo. Tapi, Gbagbo masih didukung oleh militer Pantai Gading, jadi usaha untuk menguasai Abidjan akan menelan biaya besar. Gbagbo mengatakan Ouattara seharusnya tidak mengharapkan bantuan tentara asing dan menyerukan kepergian penjaga perdamaian PBB yang menjaga hotel Ouattara.

Ouattara mengatakan militan Gbagbo membunuh para pendukungnya dan ia ingin Mahkamah Kejahatan Internasional menyelidikinya. PBB memperkirakan lebih dari 170 orang tewas dalam kekerasan setelah pemilu.

Krisis tersebut telah menyebabkan 20.000 lebih warga Pantai Gading mengungsi ke Liberia. "Banyak di antara mereka datang tanpa membawa makanan atau barang-barang berharga. Mereka yang punya barang berharga seperti kambing, misalnya, akan menjualnya di bawah harga pasar untuk bisa membeli makanan dan air. Sebagian dari mereka, dalam beberapa hari pertama setelah mengungsi harus kembali ke Pantai Gading untuk mencari makanan dan air," kata Malek Triki yang bekerja untuk Badan Pangan Dunia (WFP) di Afrika Barat.

Petugas-petugas bantuan memperkirakan sampai 450.000 orang kemungkinan mengungsi dan 150.000 orang mungkin akhirnya mengungsi ke Liberia, Guinea, Mali, Burkina Faso dan Ghana.

XS
SM
MD
LG