Tautan-tautan Akses

Ribuan Umat Rayakan Jumat Agung di Yerusalem

  • Robert Berger

Prosesi membawa salib di Via Dolorosa pada perayaan Jumat Agung di Kota Tua Yerusalem (3/4).

Prosesi membawa salib di Via Dolorosa pada perayaan Jumat Agung di Kota Tua Yerusalem (3/4).

Ribuan peziarah memadati lorong-lorong batu yang sempit Kota Tua Yerusalem untuk prosesi tradisional Jumat Agung. Sekelompok orang membawa salib dari kayu besar saat mereka berbaris melewati Via Dolorosa atau Jalan Duka yang bersejarah. Mereka menyanyikan lagu-lagu rohani dan membaca Kitab Injil sewaktu mengunjungi 14 tempat Salib, yang menceritakan kembali kisah-injil saat-saat terakhir Yesus Kristus disalib.

Peziarah datang dari seluruh dunia. "Ini benar-benar suatu keistimewaan untuk berada di sini," ujar Joseph Magtoto yang berkunjung dari Filipina.

"Menakjubkan, mengharukan - merayakan kehidupan Yesus di negara asalnya sendiri. Kita juga bisa merayakan Jumat Agung, kegemaran Yesus Kristus," ujarnya.

Yerusalem juga dibanjiri peziarah Yahudi, sebab Jumat Agung tahun ini juga bertepatan dengan Paskah Yahudi, selama seminggu. Itu paduan yang rumit bagi Jeff Smith, seorang Kristiani dari Utah, Amerika Serikat.

"Sesuatu yang sangat besar terjadi dalam kehidupan banyak orang, sekarang ini - dalam kehidupan banyak orang Kristen, dan bagi orang Yahudi sama halnya. Saya pikir itu adalah pengalaman yang menarik, menyaksikan orang-orang yang menyembah Tuhan dengan cara mereka masing-masing," ujarnya.

Prosesi Jumat Agung berakhir di Gereja Makam Kudus, tempat Yesus dimakamkan. Di sanalah pada hari Minggu Paskah umat Kristen merayakan kepercayaan mereka akan kebangkitan Yesus dari kematian.

XS
SM
MD
LG