Tautan-tautan Akses

Ribuan Protes Kekerasan Anti-Imigran di Afrika Selatan


Para imigran di Afrika Selatan membawa senjata dan menghindar dari kekerasan terhadap warga asing di sana (14/4).

Para imigran di Afrika Selatan membawa senjata dan menghindar dari kekerasan terhadap warga asing di sana (14/4).

Ribuan orang berdemonstrasi di kota Durban, Afrika Selatan hari Kamis (16/4) untuk memprotes kekerasan terhadap para imigran di sana.

Ribuan orang berdemonstrasi di kota Durban, Afrika Selatan hari Kamis (16/4) untuk memprotes kekerasan anti-imigran baru-baru ini yang telah mengakibatkan lima orang tewas dan ribuan mengungsi.

Sekitar 4.000 orang berjalan melalui jalan-jalan di kota Durban, dan meneriakkan slogan-slogan yang berbunyi “Matilah Xenofobia” dan “Afrika Bersatu” dalam acara yang dihadiri oleh warga, mahasiswa serta para pemimpin agama dan politik setempat.

Di pinggiran kota Johannesburg, polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata hari Kamis untuk membubarkan kerumunan demonstran anti-imigran yang ingin menyerang toko-toko milik warga asing.

Serangan kekerasan di Afrika Selatan pertama menarget toko-toko milik warga asing, terutama dari Somalia dan Ethiopia. Serangan-serangan itu kemudian berkembang dan diarahkan terhadap semua orang asing dari Afrika, sehingga banyak di antara mereka merasa takut dan putus asa.

Kekerasan itu telah memaksa banyak keluarga mengungsi ke kamp-kamp darurat yang dilindungi oleh penjaga bersenjata.

Karena pengangguran dan kemiskinan yang tinggi di Afrika Selatan, para imigran dituduh mengambil lapangan kerja dari warga Afrika Selatan.

XS
SM
MD
LG