Tautan-tautan Akses

Ribuan Peserta Aksi 2 Desember Berangkat dari Solo

  • Yudha Satriawan

Para peserta Aksi 2 Desember di Jakarta berangkat dengan beberapa bus dari Solo hari Kamis 1/12 (Foto: VOA/Yudha).

Para peserta Aksi 2 Desember di Jakarta berangkat dengan beberapa bus dari Solo hari Kamis 1/12 (Foto: VOA/Yudha).

Ribuan anggota ormas Islam mulai berangkat dari Solo, menuju Jakarta Kamis (1/12) untuk bergabung dengan aksi terkait kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tampak pula salah satu keluarga Abu Bakar Baasyir di lokasi pemberangkatan.

Deretan bus tampak di perbatasan Solo-Sukoharjo, Laweyan Solo, Kamis siang (1/12). Dengan berkelompok masing-masing 50 orang menaiki bus satu per satu dengan pengecekan daftar penumpang. Tumpukan kardus berisi botol air mineral dan roti diangkut ke dalam bus.

Mereka memakai berbagai seragam ormas Islam antara lain ponpes Al Mukmin Ngruki, Jamaah Ansharu Syariah atau JAS, Laskar Hizbullah, dan lain sebagainya. Juru bicara Dewan Syariah Kota Solo, Endro Sudarsono, di lokasi pemberangkatan peserta aksi 2 Desember ke Jakarta mengatakan ada lebih dari 2.000 peserta dari Solo dan daerah sekitarnya yang bergerak menuju Jakarta. Menurut Endro, mereka akan bergabung dengan peserta lain di Jakarta besok.

“Laporan yang terdaftar di Dewan Syariah kota Solo ada sekitar 44 bus dengan total peserta 2.200 orang berangkat ke Jakarta hari ini. Ada sejumlah titik lokasi pemberangkatan, tidak hanya di sini saja. Tuntutan kita Kejagung menahan Ahok, karena selama ditangani kepolisian Ahok tidak ditahan. Yang berangkat ini ada dari rombongan Pesantren Al Mukmin Ngruki, Jamaah Ansharu Syariah, Laskar Hizbullah, dan sebagainya. Ada dari Solo, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, dan lainnya,“ papar Endro.

Lokasi pemberangkatan peserta aksi 2 Desember dari Solo ini mendapat pengamanan ketat ratusan aparat kepolisian. Kapolresta Solo, Kombes Achmad Lutfi memantau langsung pemberangkatan ribuan peserta aksi ini. Achmad Lutfi mengungkapkan sebelum pemberangkatan, polisi sudah memeriksa peserta aksi agar tidak membawa senjata tajam, senjata api, termasuk kelayakan kendaraan dan sopir.

“Sebenarnya sejak tiga hari kemarin hingga saat ini kami dari Polisi sudah berusaha mengimbau pada ormas Islam untuk tidak berangkat ke Jakarta, kita akan menfasilitasi mereka untuk menggelar aksi di Solo. Ada beberapa lokasi kita sediakan. Tetapi mereka yang tetap berangkat menuju Jakarta, kita lakukan pemeriksaan peserta, mengantisipasi jika ada yang membawa benda berbahaya seperti senjata tajam, senjata api, dan sebagainya. Kita juga memeriksa kondisi sopir dan kendaraan. Tadi ada yang kita tolak karena ada sopir memiliki SIM kadaluwarsa. Akhirnya kita minta ganti. Kalau memang tidak ada izinnya, kendaraan tidak layak, akan kita tindak tegas sesuai aturan. Laporan yang kita terima, terhitung ada 44 bus, 41 kendaraan kecil, untuk total massa hampir 2.700 orang,“ kata Lutfi.

Satu per satu bus yang mengangkut peserta aksi 2 Desember ini melaju menuju Jakarta. Tampak pula di lokasi pemberangkatan salah satu anak Abu Bakar Baasyir, Abdurrahim. Anak ketiga Abu Bakar Baasyir ini terlihat duduk di depan salah satu bus yang sedang mengalami kerusakan. Abdurrahim memakai baju putih, berompi hitam, berpeci putih, dan membawa tas ransel.

Ribuan peserta aksi 2 Desember bergerak menuju ke ibukota dari berbagai daerah. Ada yang berjalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi, pesawat terbang, bus, dan sebagainya. Sebelumnya, berbagai ormas Islam itu berencana menggelar aksi di Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta, yang sekaligus digunakan sebagai lokasi Sholat Jumat.

Pemerintah menolak rencana aksi di lokasi tersebut karena berpotensi mengganggu ketertiban umum. Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan ormas Islam, dan Kapolri kemudian melakukan pertemuan yang menyepakati bahwa Aksi 2 Desember dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta. [ys/lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG