Tautan-tautan Akses

Ribuan Pengungsi Suriah Melarikan Diri ke Lebanon Utara

  • Henry Rigwell

Perbatasan Lebanon Suriah (31/1).

Perbatasan Lebanon Suriah (31/1).

Ribuan pengungsi Suriah melarikan diri ke Lebanon utara untuk menghindari kekerasan. Henry Rigwell melaporkan dari kota perbatasan Wadi Khaled bahwa warga Suriah hidup dalam ketakutan meskipun menemukan tempat sementara yang aman.

Tak jauh dari sebuah pos penjaga di jalan menuju Wadi Khaled, ada sedikit tanda-tanda keberadaan tentara Lebanon.

Kota yang berlokasi di perbatasan ini sebelumnya merupakan kota perdagangan yang subur. Dan dapat ditempuh dalam waktu sekurangnya 20 menit dari kota Homs yang bergolak di Suriah.

Sekarang hanya sedikit orang yang menyeberang, dan penduduknya terus dibayangi kekerasan yang berlangsung beberapa ratus meter diseberang perbatasan.

Lahan terbuka di sepanjang perbatasan yang tidak dijaga ketat itu, kini dipasangi ranjau-ranjau oleh tentara Suriah. Pendukung oposisi mengatakan itu dilakukan untuk mencegah orang-orang melarikan diri ke Lebanon akibat kekerasan. Suriah mengklaim senjata diselundupkan dari Lebanon untuk digunakan melawan pasukan pemerintah.

Akbar Awayed melarikan diri ke Lebanon dari desa Talkalakh yang jauhnya hanya beberapa kilometer. Dia mengatakan penduduk hidup dibawah tekanan. "Saya tinggal di sini, di tepi sungai," katanya. "Suriah hanya di seberang dan hampir setiap hari mereka menembak. Biasanya hanya tembakan senapan tapi kadang-kadang ada serangan mortir dan mengakibatkan korban jiwa. Saya punya keluarga, dan kami semua duduk bersembunyi di sebuah ruangan. Ini mengerikan," demikian pemaparan Akbar Awayed.

Di ujung jalan tak beraspal, seorang pengungsi membawa reporter VOA ke lokasi dimana ia menyeberang. Anak-anak setempat mengatakan pasukan Suriah seringkali menembakkan senjata api dari seberang sungai ke desa ini.

Bulan Desember media setempat mengatakan, tiga warga Lebanon tewas akibat tembakan dari Suriah.

Pengungsi Akbar Awayed mengatakan kehidupan di perbatasan itu semakin parah. "Orang-orang di sisi lain perbatasan tidak punya makanan, mereka tidak punya apa-apa," katanya. "Tidak bisa keluar atau masuk. Sebagai contoh, desa saya, Talkalakh, bukan desa Talkalakh lagi karena telah menjadi zona militer, keempat sisinya terkepung," kata Akbar.

Toko-toko tutup dan rumah-rumah dikosongkan, kota Wadi Khaled bersiap-siap menampung lebih banyak lagi pengungsi akibat konflik Suriah yang tampaknya semakin gawat.

XS
SM
MD
LG