Tautan-tautan Akses

Ribuan Pendukung Morsi Bertahan di 'Nasr City' Kairo

  • Heather Murdock

Ribuan pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi membangun lokasi di distrik Nasr City, Kairo yang kini menjadi markas mereka (25/7).

Ribuan pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi membangun lokasi di distrik Nasr City, Kairo yang kini menjadi markas mereka (25/7).

Ribuan pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi tinggal dalam tenda-tenda di distrik Nasr City, yang kini berubah menjadi sebuah perkampungan, dibangun di jalan-jalan di daerah pusat metropolitan di ibukota Kairo.

Selagi Mesir bersiap-siap menghadapi demonstrasi hari Jumat, para pendukung mantan presiden Mohamed Morsi mengatakan seruan Panglima Angkatan Darat Jenderal Abdel Fattah el-Sissi untuk turun ke jalan-jalan adalah ancaman langsung terhadap keselamatan mereka. Selagi mereka bersiap-siap menghadapi kontra-demonstrasi, ribuan pendukung Morsi berlindung dalam lokasi yang berkembang menjadi sebuah kampung protes mandiri.

Hari masih siang, tapi para pendukung Morsi, pro-Ikhwanul Muslimin, berunjuk-rasa di Nasr City yang semakin berkembang pesat. Ribuan orang bernyanyi mendukung mantan Presiden Mesir yang hingga kini masih berada dalam status tahanan.

Namun di balik semua itu, teriakan-teriakan melalui pengeras suara dan orang-orang menyemprotkan air kepada massa yang kepanasan untuk mendinginkan mereka, adalah satu demonstrasi lain lagi.

Orang-orang tinggal dalam tenda-tenda yang menjadi sebuah perkampungan, dibangun di jalan-jalan di daerah pusat metropolitan, tampaknya berjumlah ribuan. Para relawan penjaga keamanan yang termasuk sebagai demonstran menjaga tenda-tenda dan area “perkampungan” itu, memeriksa siapa saja yang ingin masuk.

Warung-warung kecil didirikan dengan terpal dan meja lipat di jalan-jalan. Orang-orang bisa membeli tas, sepatu, kaos bergambar Morsi dan barang-barang kerajinan seni lokal.

Para pengunjuk rasa mengatakan ketika mereka tidak berpawai atau bernyanyi, sebagian besar demonstran tidak melakukan apapun kecuali beristirahat dan membaca al-Quran di atas tikar di bawah tenda. Suhunya paling tidak 35 derajat Celcius dan selama Ramadan mereka berpuasa.

Abdulrahman Usamah usia 15 tahun mengatakan ia telah tinggal di tenda di jalanan itu dengan orang tua dan kelima saudaranya sejak 28 Juni, ketika para demonstran baik pro dan kontra Morsi berkumpul secara massal. Ketika Ramadan berakhir, katanya, ia tidak akan kembali ke sekolah kecuali presiden, konstitusi dan parlemen dikembalikan kekuasaannya.

Rakyat Mesir telah melakukan protes jalanan secara konsisten sejak revolusi dimulai, kekerasan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan sejak Morsi terguling 3 Juli dan penduduk setempat mengatakan himbauan Panglima militer untuk bertindak hanya memperburuk keadaan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG