Tautan-tautan Akses

Ribuan Demonstran Tuntut Turunnya Raja Bahrain


Seorang anak perempuan ikut dalam aksi demonstrasi anti pemerintah di ibukota Manama, Minggu (27/2).

Seorang anak perempuan ikut dalam aksi demonstrasi anti pemerintah di ibukota Manama, Minggu (27/2).

Para demonstran berbaris dari tempat mereka berkumpul di Lapangan Mutiara ke distrik komersial di ibukota Bahrain, Manama.

Demonstran anti-pemerintah terus membanjiri jalan-jalan di ibukota Bahrain, Manama, untuk menuntut pembaharuan demokrasi, tapi banyak juga yang menuntut turunnya keluarga al-Khalifa yang berkuasa.

Para demonstran, yang jumlahnya ribuan orang, berbaris dari tempat mereka berkumpul di Lapangan Mutiara ke distrik komersial di ibukota dan melumpuhkan banyak bagian kota, sambil menerikkan seruan supaya pemerintah turun.

Oposisi Bahrain yang dipimpin kelompok Syiah telah mengadakan demonstrasi tiap hari menuntut turunnya seluruh pejabat pemerintah yang dikuasai oleh keluarga al-Khalifa dari kelompok minoritas Sunni.

Para demonstran juga menuntut supaya raja menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan hasil pemilihan umum, yang bisa mewakili kelompok mayoritas Syiah.

Aksi protes paling baru itu terjadi satu hari setelah raja Bahrain, Hamad bin Issa al-Khalifa merombak kabinetnya dalam usaha untuk meredakan aksi-aksi protes. Penumpasan aksi demonstrasi yang dimulai tanggal 14 Februari telah menewaskan tujuh orang pengunjuk rasa.

XS
SM
MD
LG