Tautan-tautan Akses

Ribuan Demonstran Anti-Pemerintah Turun ke Jalanan Bangkok


Demonstran anti-pemerintah melambai-lambaikan bendera nasional di depan polisi anti-huru-hara dan tentara yang menjaga stasiun televisi NBT di Bangkok (9/5).

Demonstran anti-pemerintah melambai-lambaikan bendera nasional di depan polisi anti-huru-hara dan tentara yang menjaga stasiun televisi NBT di Bangkok (9/5).

Para pemrotes berdemonstrasi di luar parlemen, perkantoran perdana menteri dan lima stasiun televisi, untuk mencegah tempat-tempat itu digunakan oleh pemerintah.

Ribuan demonstran anti-pemerintah turun ke jalan-jalan ibukota Thailand, Bangkok, dalam usaha untuk menjatuhkan pemerintah sementara, setelah mahkamah memerintahkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra meletakkan jabatan dan sebuah badan anti-korupsi menuduhnya melakukan kelalaian.

Polisi anti-huru-hara Thailand menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan pemrotes anti-pemerintah yang turun ke jalan-jalan Bangkok, setelah mahkamah memerintahkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri dan komisi anti-korupsi menuduhnya melakukan kelalaian.

Pemimpin protes Suthep Thaugsuban, ketika berbicara kepada para pendukungnya di sebuah taman kota Jumat (9/5), mendesak mereka untuk berdemonstrasi di luar parlemen, perkantoran perdana menteri dan lima stasiun televisi, untuk mencegah tempat-tempat itu digunakan oleh pemerintah.

Mahkamah Konstitusi Thailand pada Rabu memberhentikan Yingluck dan sembilan anggota kabinetnya dalam kasus terpisah menyangkut pemindahan seorang pejabat tinggi pemerintah.

Yingluck digantikan sebagai perdana menteri sementara oleh Menteri Perniagaan Niwatthamrong Boonsongphaisan, seorang sekutu dekat nyonya Yingluck dan abangnya yang berpengaruh, bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Walaupun Mahkamah mengeluarkan keputusan tersebut, banyak demonstran tidak puas, karena banyak anggota pemerintahan Yingluck masih tetap memegang jabatan mereka. Demonstran menyerukan serangan terakhir dalam bentuk protes massa hari Jumat.

Komisi Anti-Korupsi Thailand menambah beban Yingluck Kamis saat memutuskan bahwa ada cukup bukti untuk mendakwanya dalam program subsidi beras yang kontroversial itu, yang menurut para pengeritiknya, penuh dengan korupsi dan penghamburan milyaran dolar.

Kasus tersebut akan diajukan ke Senat, dimana Yingluck akan menghadapi pemungutan suara impeachment yang dapat menjatuhkan hukuman larangan 5 tahun berpolitik.
XS
SM
MD
LG