Tautan-tautan Akses

Reuni Keluarga Korea Utara dan Selatan Berakhir Selasa


Peserta reuni keluarga antara warga Korea Utara dan Selatan yang terpisah puluhan tahun di Korea Utara. (AP/Yonhap, Lee Ji-eun)

Peserta reuni keluarga antara warga Korea Utara dan Selatan yang terpisah puluhan tahun di Korea Utara. (AP/Yonhap, Lee Ji-eun)

Tidak ada jadwal reuni lagi di masa depan, menyebabkan puluhan ribu orang bertanya-tanya apakah mereka akan melihat keluarga mereka sebelum meninggal dunia.

Keluarga Korea Utara dan Selatan yang mengadakan reuni minggu ini untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, berpisah lagi Selasa ini (25/2).

Banyak diantara anggota keluarga yang ikut dalam reuni di Gunung Kumgang yang indah di Korea Utara itu, kemungkinan besar tidak akan pernah bertemu kembali, karena banyak sudah berusia 70-an dan 80-an.

Sebanyak 357 warga Korea Selatan bertemu kembali dengan 88 sanak saudara mereka yang sudah lanjut usia dari Korea Utara. Pekan lalu, sebanyak 82 warga Korea Selatan dan 180 warga Korea Utara dipertemukan kembali.

Sebelumnya, reuni tidak diadakan sejak 2010. Tidak ada jadwal reuni lagi di masa depan, yang menyebabkan puluhan ribu orang bertanya-tanya apakah mereka akan melihat keluarga mereka sebelum mereka meninggal dunia.

Reuni keluarga, yang pertama sejak 2010, diadakan walaupun Pyongyang prihatin mengenai latihan militer tahunan Korea Selatan-Amerika, yang dimulai hari Senin pekan lalu. Korea Utara menganggap latihan itu sebagai provokasi yang tidak dapat diterima.

Pada hari Selasa, Seoul mengatakan sebuah kapal patroli Korea Utara sempat melanggar Garis Batas Utara, batas maritim de facto yang memisahkan wilayah kedua negara di Laut Kuning.

Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam keadaan perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Pemerintah kedua negara tidak mengizinkan warga mereka berkunjung atau surat-menyurat dengan anggota keluarga mereka di seberang perbatasan.
XS
SM
MD
LG