Tautan-tautan Akses

AS

Restoran Etnis 'Panas' di Washington DC

  • Made Yoni

Restoran empanada 'Panas' di kawasan Dupont Circle, Washington DC (foto courtesy restoran Panas dan Emannuel Trifilio).

Restoran empanada 'Panas' di kawasan Dupont Circle, Washington DC (foto courtesy restoran Panas dan Emannuel Trifilio).

Restoran etnis bertebaran di pelosok kota Washington DC, masing-masing menyajikan budaya dan keunikannya. Restoran-restoran ini tidak jarang dilengkapi pertunjukan musik live.

Di daerah Dupont Circle, Washington DC di mana banyak terdapat kedutaan dan perwakilan negara asing tidak jarang ditemui restoran unik dan khas dari berbagai kawasan mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika Latin. Salah satunya adalah restoran 'Panas' yang menyajikan makanan empanada.

“Empanada adalah makanan yang sangat universal, banyak negara di seluruh dunia punya makanan yang mirip empanada, India memiliki samosa yang mirip dengan empanada demikian juga ada pastel Jamaica, Inggris, jadi sangat universal,” papar Lopez.

Federico Garcia Lopez asal Argentina adalah pemilik restoran empanada Panas menggabungkan makanan, budaya dan musik bagi daya tarik restorannya.

Lopez menambahkan, "Kami beranggapan makanan dan musik, dan budaya bisa dipadukan dengan baik. Kami ingin memperkenalkan masyarakat Amerika dengan kekayaan budaya yang bisa dijumpai di Amerika Latin, dan musik merupakan perantara yang sangat tepat.”

Setiap hari Selasa dan Sabtu petang restoran milik Lopez menghidupkan daerah Dupont Circle dengan berbagai jenis musik mulai dari musik Brazil, Jazz Latin dari Cuba, salsa, hingga Tango.

Musisi Argentina, Emmanuel Trifilio yang sering menghibur di restoran empanada 'Panas' di Washington DC (foto: VOA/Made Yoni).

Musisi Argentina, Emmanuel Trifilio yang sering menghibur di restoran empanada 'Panas' di Washington DC (foto: VOA/Made Yoni).

Emmanuel Trifilio musisi muda asal Argentina yang memainkan alat musik Bandoneon di restoran ini menjelaskan Bandoneon dalam musik Tango yang lazim dimainkan di negara asalnya.

“Jika kita bicara mengenai musik Tango atau Orchestra Typical artinya ada empat pemain bandoneon, empat pemain biola, seorang pemain bass gitar dan seorang pemain piano,” ujar Emmanuel.

Emmanuel mempelajari alat musik bandoneon dari musisi senior di La Plata, Argentina sejak remaja.

Bandoneon sekilas tampak seperti jenis alat musik akordeon namun akordeon umumnya menempel di dada musisi sementara bandoneon dimainkan sembari duduk dengan memangkunya. Argentina melindunginya bandoneon sebagai barang langka.

“Ada peraturan yang melarang bandoneon di bawa keluar Argentina kecuali memiliki ijin khusus sebagai pemain musik bandoneon. Alat musik ini sudah tidak lagi diproduksi,” tambah Emmanuel.

Emmanuel Trifilio adalah salah seorang dari segelintir musisi bandoneon di Amerika. Komposisi musiknya bersama pemain cello terkenal Gautier Capuçon melatari film Amerika mengenai Paris yang berjudul Le Petit Nuage. Ia juga bermain bersama Pan American Orchestra serta tampil solo di restoran Amerika Latin lainnya.

Federico Garcia Lopez mengatakan restorannya juga ingin menyertakan keragaman budaya Amerika Latin dengan menggabungkan berbagai cita rasa.

Lopez mengatakan, “Kami tidak ingin menjadi restoran yang mewakili satu negara kami ingin menyertakan semua, mewakili semua kebudayaan Amerika Latin, kami menawarkan cita rasa dari Kuba, Brazil, Kolumbia dan Argentina kemudian menciptakan sesuatu yang lintas bangsa, menggabungkan berbagai resep dan bahan makanan.”

Tidak mengenal jam sibuk pelanggan restoran empanada “Panas” adalah pegawai pemerintah, diplomat, wisatawan dan anak-anak muda lokal yang datang silih berganti. Keberadaan restoran semacam ini memperkaya keragaman budaya dan menjadi satu pilihan menarik untuk bersantap sekaligus bersantai di Washington DC.
XS
SM
MD
LG