Tautan-tautan Akses

Reruntuhan Pesawat EgyptAir Ditemukan di Laut, Mungkin akibat Aksi Teror


Sebuah pesawat EgyptAir di bandara Charles de Gaulle, Paris, Kamis (19/5).

Sebuah pesawat EgyptAir di bandara Charles de Gaulle, Paris, Kamis (19/5).

Tim-tim pencari di Laut Tengah telah menemukan reruntuhan jet EgyptAir yang jatuh ke laut itu ketika menuju Kairo dari Paris.

Pihak berwenang Mesir mengatakan, aksi teror kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan pesawat EgyptAir itu, dan bukan akibat kesalahan teknis, namun belum ada informasi yang pasti.

Pesawat jet Airbus dengan 66 orang di dalamnya hilang dari radar hari Kamis (19/5), tidak lama setelah memasuki wilayah udara Mesir dalam penerbangan empat jam dari Paris.

Di Kairo, menteri penerbangan Mesir, Sherif Fathy mengatakan Perancis harus bertanggung jawab jika aksi teror terbukti menjadi penyebab kecelakaan itu. Ia juga menyampaikan teori bahwa aksi teror kemungkinan berperan lebih besar dari pada masalah-masalah teknis.

“Jika terbukti itu adalah aksi sabotase, maka kita harus mengakui pesawat ini berangkat dari Perancis dan bukan dari Mesir,” katanya.

EgyptAir mengukuhkan lewat jejaring Twitter bahwa reruntuhan pesawat itu telah ditemukan dekat pulau Karphatos, Yunani. Tim-tim penyelamat masih mencari “sisa-sisa pesawat yang hilang itu”. Amerika mengirim pesawat pengintai jarak jauh P-3 Orion untuk ikut dalam upaya pencarian itu.

Presiden Perancis Francois Hollande di Paris mengatakan “kita harus memastikan bahwa kita mengetahui segala sesuatu yang menjadi penyebab apa yang terjadi”. Ia mengatakan kepada wartawan, pemerintah Perancis sedang bekerja sama dengan pihak berwenang Mesir dan Yunani dalam misi pencarian itu.

EgyptAir mengatakan pesawat Airbus A320 itu hilang dari radar sekitar pukul 2:30 dini hari, waktu Kairo ketika dalam ketinggian 11 ribu meter di atas Laut Tengah dan baru masuk 16 kilometer ke dalam wilayah udara Mesir.

Menteri pertahanan Yunani Panos Kamennos mengatakan pesawat itu tiba-tiba berbelok tajam dan menukik sebelum hilang dari radar.

“Pesawat itu berbelok 90 derajat ke kiri kemudian beralih 360 derajat ke kanan dan meluncur dari ketinggian 11.582 meter ke 4.572 meter dan hilang pada ketinggian sekitar 3.048 meter,” kata Kamennos.

Di Amerika Presiden Barack Obama mendapat penjelasan singkat mengenai perkembangan terakhir itu di Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest menyampaikan bela sungkawa atas bencana itu tapi menekankan terlalu dini untuk mengatakan apa penyebab kecelakaan itu. [my/ii]

XS
SM
MD
LG