Tautan-tautan Akses

Republik Afrika Tengah Setujui Konstitusi Baru


Warga distrik PK5 memegang banner bertuliskan "Kami ingin memilih" saat berdemonstrasi di depan MINUSCA, kantor misi PBB di Republik Afrika Tengah, menuntut tambahan keamanan di luar TPS. (Foto: dok.)

Warga distrik PK5 memegang banner bertuliskan "Kami ingin memilih" saat berdemonstrasi di depan MINUSCA, kantor misi PBB di Republik Afrika Tengah, menuntut tambahan keamanan di luar TPS. (Foto: dok.)

Para pemilih di Republik Afrika Tengah mendukung tercapainya referendum konstitusi guna mengakhiri ketidakstabilan politik selama hampir tiga tahun.

Pejabat-pejabat pemilu hari Senin (21/12) mengatakan hasil pemilu tingkat propinsi menunjukkan 93% pemilih mendukung konstitusi baru, yang akan membatasi masa jabatan presiden selama dua kali lima tahun, memangkas kekuasaan militer dan memastikan kebebasan beragama.

Namun pejabat-pejabat pemilu mengatakan jumlah pemilih yang datang pada pemungutan suara tanggal 13 Desember lalu hanya 38%.

Pemilu ini diwarnai aksi kekerasan sporadis, di mana Palang Merah melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan 20 lainnya luka-luka pada hari pemungutan suara ketika para pendukung dan penentang referendum saling baku tembak di ibukota Bangui. Aksi kekerasan itu memicu pasukan penjaga perdamaian PBB melakukan intervensi dan meningkatkan keamanan.

Kerusuhan juga dilaporkan pecah di bagian utara negara itu pada hari pemungutan suara.

Referendum ini merupakan babak pendahuluan menjelang pemilu nasional yang menurut rencana akan dilangsungkan pada 27 Desember. [em]

XS
SM
MD
LG