Tautan-tautan Akses

Republik Afrika Tengah akan Pilih Presiden Sementara


Warga Republik Afrika Tengah merayakan pengunduran diri pemimpin sementara Michel Djotodia di kemah penampungan di bandara Bangui, 10 Januari 2014 (Foto: dok).

Warga Republik Afrika Tengah merayakan pengunduran diri pemimpin sementara Michel Djotodia di kemah penampungan di bandara Bangui, 10 Januari 2014 (Foto: dok).

Pemerintahan sementara Republik Afrika Tengah melanjutkan rencana mengisi kekosongan pemimpin, sementara pertempuran berlanjut di beberapa bagian negara itu.

Dewan peralihan nasional menyatakan menjelang hari terakhir pendaftaran, Sabtu (18/1), 24 orang telah mendaftar menjadi kandidat presiden sementara. Sebelumnya pekan ini, dewan tersebut menyatakan akan mengevaluasi para pendaftar hari Minggu (19/1) dan memilih presiden sementara yang baru hari Senin (20/1).

Orang yang dipilih akan menggantikan mantan pemimpin sementara Michel Djotodia. Ia mengundurkan diri dibawah tekanan hebat awal bulan ini, setelah gagal menghentikan kekerasan yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan hampir satu juta orang mengungsi.

Kerusuhan berlanjut hari Sabtu (18/1). Seorang reporter mengatakan kepada VOA bahwa mantan pemberontak Seleka dan milisi Kristen yang dikenal sebagai anti-balaka bentrok di berbagai kawasan, termasuk di Sibut, kota yang terletak sekitar 160 kilometer sebelah utara ibukota, Bangui.

Di Twitter hari Sabtu (18/1), Badan Amal Internasional mengatakan 22 orang tewas dalam serangan terhadap konvoi truk yang membawa keluarga Muslim yang mengungsi dari kekerasan ke Bouar, kota di bagian barat-laut negara itu.

Organisasi Save the Children mengatakan setidaknya tiga anak juga tewas dalam serangan yang terjadi hari Jumat (17/1).
XS
SM
MD
LG