Tautan-tautan Akses

Rencana Perdamaian Buntu, Annan Tinggalkan Suriah


Utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah (JSE), Kofi Annan (empat dari kiri) dan anggota delegasi PBB bertemu Presiden Bashar Assad (tiga dari kanan) di Damaskus (29/5). Foto ini dirilis oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.

Utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah (JSE), Kofi Annan (empat dari kiri) dan anggota delegasi PBB bertemu Presiden Bashar Assad (tiga dari kanan) di Damaskus (29/5). Foto ini dirilis oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.

Kofi Annan telah meninggalkan Suriah Rabu pagi (30/5) tanpa adanya rencana langkah-langkah perdamaian dari pihak pemerintah Suriah.

Seorang pejabat PBB mengatakan utusan internasional Kofi Annan telah meninggalkan Suriah tanpa menghasilkan langkah-langkah penting apapun dari pemerintah Suriah untuk melaksanakan rencana perdamaiannya untuk negara itu.

Berbicara melalui telepon dari Damaskus, jurubicara PBB Sausan Ghosheh mengatakan kepada VOA bahwa Annan meninggalkan Suriah Rabu pagi waktu setempat.

Utusan PBB-Liga Arab itu bertemu dengan Presiden Bashar al-Assad Selasa (29/5) dan mengatakan kepada para wartawan bahwa dia meminta kepada pemimpin Suriah agar melakukan langkah-langkah berani untuk tidak menunda lagi terciptanya momentum bagi rencana perdamaian itu saat ini. Ghosheh mengatakan ia tidak mengetahui apakah langkah-langkah demikian sudah diambil oleh pemerintah Suriah.

Annan menghendaki pemerintah Suriah menarik persenjataan berat dari daerah-daerah warga sipil dan mematuhi gencatan senjata dengan pemberontak yang disetujui bulan lalu, namun serangan-serangan oleh kedua pihak terus berlanjut.

Kantor berita pemerintah Suriah SANA mengungkapkan pernyataan Assad kepada Annan bahwa keberhasilan rencana perdamaian itu bergantung pada penghentian penyelundupan senjata kepada teroris bersenjata yang dituding Damaskus mendalangi pemberontakan yang sudah berlangsung 15 bulan.

SANA mengatakan Assad menyerukan kepada negara-negara yang mendanai, mempersenjatai dan melindungi para teroris agar memberikan komitmen pada prakarsa perdamaian tersebut.

Dalam jumpa persnya hari Selasa, Annan mendesak pemerintah Suriah dan semua milisi yang didukung pemerintah Suriah agar menghentikan semua operasi militer dan memperlihatkan pengekangan diri maksimum.

Di New York, kepala penjaga perdamaian PBB Herve Ladsous mengatakan ada kecurigaan yang kuat bahwa orang-orang bersenjata pro-Assad yang dikenal sebagai shabiha mengeksekusi warga sipil sebagai bagian dari pembantaian lebih dari 100 penduduk kota Houla, Suriah tengah, Jumat lalu. Dia mengatakan pembunuhan penduduk Houla lainnya oleh tembakan artileri dan tank menempatkan tanggung-jawab atas insiden tersebut pada pemerintah Suriah. Para pejabat Suriah membantah peran apapun dalam pembantaian itu.
XS
SM
MD
LG