Tautan-tautan Akses

Remaja Amerika Susah Bangun Pagi, Pakar Anjurkan Sekolah Mulai Lebih Siang

  • Wita Sholhead

Kata pakar, wajar kalau remaja Amerika seperti yang satu ini tertidur di kelas. Jam sekolah yang mulai terlalu pagi membuat remaja kurang tidur.

Kata pakar, wajar kalau remaja Amerika seperti yang satu ini tertidur di kelas. Jam sekolah yang mulai terlalu pagi membuat remaja kurang tidur.

Para pakar mengatakan irama alami tubuh remaja secara biologis sulit untuk bangun pagi, sehingga tidak sesuai dengan jam sekolah pagi.

Menurut survei National Sleep Foundation, sekitar 50 persen remaja di Amerika kurang tidur selama tahun ajaran sekolah. Para pakar mengatakan remaja secara biologis terprogram untuk tidur dan bangun terlambat, sehingga irama alami tubuh mereka tidak sesuai dengan jam sekolah pagi. Kurangnya waktu tidur ini berdampak negatif pada semua segi kehidupan remaja. Sekarang, semakin banyak guru berusaha menyesuaikan kondisi itu dengan jadwal sekolah pada pagi hari.

Danny, 16 tahun, adalah remaja aktif yang suka berolahraga dan mendengarkan music rock. Tetapi, seperti halnya remaja lainnya, ia juga kurang tidur.

“Setiap bangun pagi, saya selalu masih mengantuk. Rasanya tidak ingin pergi sekolah. Selama pelajaran pertama dan kedua saya hampir tidak bisa membuka mata,” ungkap Danny.

Sementara banyak yang yakin bahwa remaja biasanya malas bangun pagi, para pakar tidur mengatakan hal itu tidak benar sepenuhnya.

Irama biologis remaja adalah tidur dan bangun terlambat. Tetapi karena sekolah dimulai jam tujuh pagi, remaja seperti Danny pergi ke sekolah dengan setengah mengantuk.

Danny, 16 tahun, mengaku selalu kekurangan tidur.

Danny, 16 tahun, mengaku selalu kekurangan tidur.

Michael Breus, pakar psikologi klinis yang ahli dalam masalah kelainan tidur, mengatakan, “Kita tahu orang yang kurang tidur, mudah uring-uringan. Jadi, jika anak yang seharusnya tidur 8-9 atau bahkan 9-10 jam, hanya tidur tujuh jam semalam, mereka akan mengalami sejenis depresi yang dapat mempengaruhi keseluruhan aktivitas mereka,“ jelas Breus.

Breus mengakui, meskipun ada faktor-faktor lain yang turut menyebabkan remaja kurang tidur, sekolah merupakan tempat di mana perubahan-perubahan kecil yang dilakukan dapat memberikan hasil yang luar biasa.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan dimulainya jam sekolah yang memungkinkan anak-anak masuk sedikit lebih siang membuat nilai mata pelajaran pertama dan kedua lebih baik,” ungkap Breus lebih lanjut.

Puluhan sekolah di seluruh Amerika mengamati penelitian itu dan sedang mempertimbangkan cara untuk menyesuaikan jadwal jam pelajaran mereka.

Sementara itu, para pakar mengatakan selagi mereka meneliti pola tidur remaja dan mengapa mereka membutuhkan tidur sembilan jam sehari, terserah kepada masing-masing keluarga dan siswa seperti Danny untuk menjalankan prinsip tidur cukup sebagai unsur penting bagi pola hidup sehat.

XS
SM
MD
LG