Tautan-tautan Akses

Remaja AS Tersangka Pembunuhan Ibunya di Bali 'Ketakutan'


Heather Mack (kanan) dan Tommy Schaefer asal Chicago, Ill., berjalan bersama memasuki Pengadilan Denpasar (21/1). (AP/Firdia Lisnawati)

Heather Mack (kanan) dan Tommy Schaefer asal Chicago, Ill., berjalan bersama memasuki Pengadilan Denpasar (21/1). (AP/Firdia Lisnawati)

Heather Mack, yang dijadwalkan melahirkan pada 1 April, mengatakan ketakutannya adalah "lebih untuk anak saya daripada saya."

Perempuan hamil asal Chicago berusia 19 tahun yang sedang diadili di Indonesia atas kematian ibunya mengatakan ia tidak bersalah dan "ketakutan" dengan masa depannya.

Heather Mack mengatakan pada koran Chicago Tribune dalam serangkaian wawancara, Selasa (3/2), bahwa ia mencintai ibunya dan tidak memiliki alasan untuk membunuhnya.

Mayat sang ibu, Sheila von Wiese-Mack, 62, ditemukan dalam koper di luar sebuah resor di Bali tempat ia dan putrinya menginap Agustus lalu.

Juga diadili adalah pacar Mack, Tommy Schaefer, 21, yang menurut polisi tiba di Bali tak lama sebelum kematian Wiese-Mack. Jika divonis bersalah, Schaefer dan Mack dapat menghadapi hukuman tembak mati.

Mack, yang dijadwalkan melahirkan pada 1 April, mengatakan ketakutannya adalah "lebih untuk anak saya daripada saya."

Mack mengatakan ia mengontak Tribune lewat telepon karena pengacaranya di Indonesia tidak dibayar dari dana warisan sebesar US$1,56 juta dari ibunya. Di Chicago, Hakim Cook County Neil Cohen memutuskan pada Januari bahwa sebanyak $150.000 dari dana tersebut harus digunakan untuk membayar pengacara Mack namun tidak dapat digunakan untuk membela sang pacar.

Pengacara Indonesia telah menerima pembayaran $50.000, menurut Mack, namun dua cicilan lagi belum dibayarkan. Cohen mengatakan pembayaran tersebut tidak seharusnya dibuat sampai pengacara memberikan tanda bukti pelayanan.

Jaksa penuntut mengatakan Mack dan Schaefer merencanakan pembunuhan ibu Mack karena ia tidak setuju dengan hubungan mereka, dan Mack suatu kali mengusulkan pada Schaefer untuk menyewa pembunuh dengan bayaran $50.000. Ketika ditanya oleh Tribune mengenai dugaan menyewa pembunuh bayaran, Mack mengatakan, "tidak dapat menjawabnya."

"Saya tidak bersalah atas semua dakwaan terhadap saya terkait kematian ibu saya," ujar Mack. "Saya yakin pengacara saya, yang telah bekerja tanpa lelah untuk saya, akan membuktikannya di pengadilan."

Koran Chicago Sun-Times melaporkan bahwa pengadilan mencatat bagaimana paman Mack, William Wiese, menjual kondominium ibunya di Chicago pada Desember tanpa memberitahu Mack atau pengacaranya.

Wiese, yang merupakan adik von Wiese-Mack, telah bersitegang dengan Mack mengenai dana warisan dan keberatan atas permintaannya untuk menggunakan dana itu untuk membelanya.

Kondo itu dijual senilai $610.000, menurut Sun-Times, dan barang-barang Mack dikirim ke rumah bibinya di St. Louis. (AP)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG