Tautan-tautan Akses

Remaja AS Luncurkan Proyek Santuni Anak Yatim

  • Utami Hussin

Sebegitu jauh, ketika bulan puasa tiba, '99 Orphans Project' telah menggalang dana sekitar 17 ribu dolar AS, cukup untuk membantu 45 anak yatim (foto: dok).

Sebegitu jauh, ketika bulan puasa tiba, '99 Orphans Project' telah menggalang dana sekitar 17 ribu dolar AS, cukup untuk membantu 45 anak yatim (foto: dok).

Sekelompok anak-anak di negara bagian Delaware, AS berupaya melakukan kegiatan amal dan memprakarsai kegiatan yang disebut 99 Orphans Project atau proyek untuk menyantuni 99 anak yatim selama bulan Ramadan.

Ramadan adalah bulan untuk mendekatkan diri pada Allah dan berbuat kebaikan untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

Bulan Ramadan tahun ini jatuh bertepatan dengan liburan musim panas bagi anak-anak sekolah. Sebagian besar dari mereka mungkin sibuk menghabiskan waktu dengan bermain video games, menonton televisi dan berbagai kegiatan lain bersama keluarga dan teman-teman yang biasa dilakukan pada musim panas. Tetapi tidak sedikit pula anak-anak yang kurang beruntung, tidak dapat menikmati semua itu.

Sekelompok remaja di negara bagian Delaware ada yang sedari awal ikut merasakan betapa sulit dan sedihnya anak-anak yang tidak memiliki orang tua.

Tahun ini, mereka mengambil prakarsa untuk membantu anak-anak yatim di seluruh dunia. Dengan tujuan membantu 99 anak yatim pada tahun 2013, anak-anak berusia 9 hingga 17 tahun itu memulai 99 Orphans Project, atau Proyek 99 Anak Yatim.

Dengan bantuan dan dukungan dari Yayasan Zakat Amerika serta keluarga mereka, anak-anak tersebut kemudian meluaskan proyek mereka hingga ke berbagai tempat di Amerika. Kelompok anak-anak dan remaja penuh dedikasi di Pennsylvania, North Carolina dan Texas juga bergabung dalam proyek tersebut dan telah mulai menggalang dana untuk anak-anak yatim. Sebegitu jauh, ketika bulan puasa tiba, mereka telah menggalang dana sekitar 17 ribu dolar, cukup untuk membantu 45 anak yatim.

Dalam bulan Ramadan ini, mereka bertekad untuk menggalang lebih banyak lagi dana untuk mencapai target yang mereka tetapkan. Lebih dari itu, mereka mengharapkan kegiatan amal sekecil apapun pada Ramadan ini akan mendapat imbalan pahala lebih banyak lagi dari Allah.

Sebelum bulan puasa tiba, anak-anak tersebut mengadakan berbagai kegiatan untuk mengumpulkan dana. Sebagian uang pendaftaran kamp olahraga musim panas dan seluruh uang pendaftaran untuk kursus menjahit yang mereka gelar selama musim libur ini, misalnya, mereka sisihkan untuk proyek 99 Orphans. Mereka juga beberapa kali menyelenggarakan acara amal berjualan es krim dan kue-kue. Pada Ramadan ini, tentu saja kegiatan berjualan tersebut tidak dapat dilakukan. Tetapi ada cara lain yang mereka kerjakan.

Sejumlah anggota kelompok 99 Orphans Delaware, misalnya, menghadiri acara berbuka puasa dan tarawih di sebuah masjid di Lancaster, Pennsylvania, pada pekan pertama Ramadan ini. Mereka berupaya menggalang dana dengan menyajikan presentasi mengenai kegiatan proyek tersebut di hadapan komunitas Muslim di Lancaster.

Melalui acara itu, mereka berhasil mengumpulkan dana yang cukup untuk membantu sembilan anak yatim. Bukan hanya itu. Remaja Muslim Lancaster juga berminat untuk memulai proyek serupa di tengah-tengah komunitas mereka sendiri.
Kegiatan serupa juga dilakukan sebelumnya di Long Island, New York.

Beberapa anggota tim 99 Orphans membantu Yayasan Zakat menyampaikan presentasi di masjid Long Island Muslim Society. Hasilnya, mereka mendapat cukup dana untuk membantu enam anak yatim. Menurut perhitungan Nur Kose, seorang siswa SMA yang juga ketua tim Delaware sekaligus penggagas proyek ini, hingga pertengahan Ramadan telah terkumpul dana untuk 67 anak yatim.

Nur, remaja sukarelawan andalan Yayasan Zakat cabang Delaware, berharap, keinginan untuk beramal sebanyak-banyaknya selama Ramadan ini dapat membantu mereka segera mencapai target membantu 99 anak yatim pada tahun ini.
XS
SM
MD
LG