Tautan-tautan Akses

Relawan PMI: Bahan Pangan Untuk Anak dan Bayi Pengungsi Sinabung Minim


Seorang warga berdiri di ladang kubis saat Gunung Sinabung Gunung menyemburkan asap hitam, terlihat dari desa Pintu Besi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara di Indonesia, 19 Juni 2015 (Foto: dok).

Seorang warga berdiri di ladang kubis saat Gunung Sinabung Gunung menyemburkan asap hitam, terlihat dari desa Pintu Besi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara di Indonesia, 19 Juni 2015 (Foto: dok).

Petugas kemanusiaan mengatakan Sabtu (27/6) , persediaan bahan pangan untuk anak-anak dan balita setelah selama sepekan berada disejumlah lokasi pengungsi cukup terbatas.

Otoritas lokal mengatakan, para petugas kesehatan dikerahkan mendampingi pengungsi. Sementara, jumlah pengungsi mencapai 10 ribu jiwa, terdiri dari warga 12 desa yang terdampak erupsi Gunung Sinabung , provinsi Sumatera Utara.

Sukarelawan PMI Kabupaten Karo Junaidi Silalahi mengatakan Sabtu (27/6), selama lebih sepekan ditampung di pengungsian, kondisi persediaan bahan pangan khusus untuk anak-anak dan bayi di pengungsian cukup minim.

"Makanan anak-anak dan bayi ada tapi terbatas , susu dan makanan untuk bayi masih minim,” kata Junaidi.

Bahan pangan untuk pengungsi dewasa, tambah Junaidi , perlu didistribusikan merata dan tepat waktu, karena sebagian besar pengungsi menjalankan ibadah Ramadan (puasa).

“Kendala (konsumsi) pengungsi untuk berbuka dan sahur jadwal dari petugas logistic terdistribusi tepat waktu dan belum merata.Pak Gubernur danjajaran Muspida provinsi sudah dua kali datang, semalam Gubenur memimpin acar serah terima relokasi lahan pertanian," lanjutnya.

Junaidi mengatakan, penangan pengungsi tingkat kabupaten terpusat berada di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Karo. Bupati Tanah Karo dan Gubernur Sumatera Utara sejak Kamis (25/6) meninjau warga dibeberapa lokasi pengungsian guna memastikan penanganan petugas dilakukan lebih maksimal.

Warga Kabupaten Karo Fani Pohan (25) mengatakan, masalahkesehatan dan bahan makanan di lokasi pengungsian, terutama bahan pangan untuk anak-anak dan bayi agar lebih diperhatikan.

“Makanan dan obat-obatan, terutama menu khusus (padat gizi),sebagai makanan pembantu bagi anak-anak dan bayi. Lokasi pengungsi banyak tersebar,” kata Fani Pohan.

Media lokal di tanah Karo melaporkan, pasca meningkatnya status Gunung Sinabung menjadi Awas pada Selasa (2/6) lebih dua pekan lalu,10 ribu jiwa (mencapai 3000 KK) warga telah dievakuasi di sekitar 10 lokasi pengungsian, tersebar di pos pengungsian di kota Kabanjahe dan Brastagi.

Pengungsi berasal dari Kuta Gugung, Mardinding, Kuta Tengah, Dusun Lau Kawar, dari Desa Guru Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, Beras Tepu, Sigarang-garang, Jeraya, Kuta Rakyat.

Relawan PMI Kabupaten Karo Junaidi Silalahi mengatakan, gempa lokal (tremor) makin sering dirasakan, erupsi Sinabung menimbulkan abu vulkanik yang menggangu aktivitas warga, menutupi badan jalan , pemukiman warga dan gedung perkantoran pemerintah.

“Terus erupsinya lebih besar-besar. Daerah Brastagi udah padat abunya menumpuk-numpuk, kalau diterpa angin naik lagi,” kata Junaidi.

Relawan PMI cukup terbatas, tambah Junaidi. Perlu bantuan relawan dari provinsi dan PMI Pusat. Sementara petugas gabungan membagikan ribuan masker kepada warga terutama di beberapa wilayah di luar radius 7-15 kilo meter dari puncak kawah Sinabung, mencakup wilayah di kabupaten Karo , baik di Kabanjahe, maupun Brastagi.

Para petugas kesehatan dan peralatan lapangan cukup, dilaporkan ganguan kesehatan mulai diderita oleh pengungsi, terutama anak, balita dan lansia, keterbatasan sanitasi dengan kondisi penampungan pengungsi seadanya, menyebabkan warga mulai menderita gangguan pencernaan (diare) sementara akibat abu vulkanik Sinabung warga rentan gangguan pernafasan (ISPA).

Otiritas Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB melaporkan, Sejak erupsi September 2013 hingga sekarang,pemerintah pusat telah menyalurkan dana bantuan senilai Rp 141,2 miliar kepada Pemda Karo dan masyarakat Sinabung.

Relokasi bagi warga korban erupsi Gunung Sinabung oleh pemerintah juga dijadwalkan akan dipercepat. Saat ini sudah terbangun 112 unit rumah dari 370 unit rumah yang direncanakan.

XS
SM
MD
LG