Tautan-tautan Akses

Reaksi Imigran di Los Angeles atas Kemenangan Obama Beragam

  • Elizabeth Lee

Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).

Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).

Daerah-daerah imigran di seluruh Los Angeles menunjukkan beragam reaksi atas kemenangan kembali Presiden Obama dalam pilpres 6 November lalu.

Meskipun tampak seperti hari kerja biasa di Los Angeles, kini masa depan lebih cerah bagi imigran dan pelajar asal Filipina, Justin DeToro.

Ia mengatakan, “Biaya kuliah naik, jadi saya khawatir dengan masa depan saya. Tetapi, dengan terpilihnya kembali Obama sebagai presiden harapan saya lebih besar.”

DeToro seperti banyak imigran di Los Angeles adalah pendatang gelap. Para imigran ini tidak bisa mendapat bantuan keuangan federal untuk kuliah dan tidak bisa bekerja secara sah. Mereka mendukung Presiden Obama dan berharap ia akan merombak kebijakan imigrasi selama empat tahun ke depan.

Imigran lainnya, Sarah Martinez, mengatakan, “Saya berharap ia meloloskan “Dream Act,” sehingga seluruh mahasiswa imigran kini bisa mempunyai izin tinggal.”

Meskipun imigrasi menjadi isu penting bagi warga Hispanik, Martinez dan banyak imigran dari negara-negara lain setuju mengenai apa yang harus menjadi agenda utama Presiden Obama.

“Yang pertama adalah ekonomi. Saya rasa ia perlu membenahi perekonomian,” ujar Martinez lagi.

Imigran lainnya, Judi Kang, mengatakan, “Saya tahu akan sulit, tetapi saya harap akan ada kemajuan.”

Peter Wang memilih Mitt Romney.

“Saya menginginkan perubahan setelah empat tahun. Untuk mulai memimpin Amerika dari sudut pandang lainnya,” ujarnya.

Tetapi. Wang mengatakan tidak terlampau kecewa calonnya tidak memenangkan pemilu. Ia bisa melihat keuntungan Obama menjadi presiden, khususnya di panggung dunia.

“Ia adalah presiden kulit hitam pertama. Jadi, dari sudut pandang ras, dunia bisa melihat bahwa Amerika benar-benar negara yang demokratis. Apakah berkulit putih atau hitam, mereka semua bisa menjadi presiden sepanjang mereka mendapat dukungan rakyat,” katanya lagi.

Presiden Obama akan mempunyai waktu empat tahun lagi untuk melaksanakan kebijakan yang diharapkan banyak warga dan imigran akan membuat Amerika menjadi tempat yang lebih baik bagi mereka dan anak-anak mereka.
XS
SM
MD
LG