Tautan-tautan Akses

Pemimpin Hong Kong: Reformasi Pemilu Sebagian Bisa Terjadi


Pejabat Hong Kong Leung Chun-ying saat memberikan keterangan dalam jumpa pers hari Selasa (15/7).

Pejabat Hong Kong Leung Chun-ying saat memberikan keterangan dalam jumpa pers hari Selasa (15/7).

Dalam referendum 1 Juli lalu, ratusan ribu warga Hong Kong menuntut pemilihan langsung para calon pemimpin di sana.

Sebuah laporan yang dirilis pejabat hari Selasa (15/7) mengatakan Hong Kong akan mendapat hak pilih universal dari China tapi bukan untuk pemilihan otonomi jika kota itu mengikuti pemilu tahun 2017.

Pejabat Leung Chun-ying dalam jumpa pers mengatakan bahwa meskipun banyak pemilih berhak memilih dalam pemilu mendatang Hong Kong akan terus mematuhi UUD yang memungkinkan komite pimpinan China memilih para calon untuk kota itu.

Dalam referendum tidak resmi bulan Juni yang diikuti demonstrasi besar-besaran tanggal 1 Juli, ratusan ribu warga Hong Kong menyuarakan keinginan untuk mengganti sistim yang akan memungkinkan mereka memilih para calon pemimpin.

Pada penjelasan singkat Dewan Legislatif Hong Kong hari Selasa, Kepala pemerintahan kota Hong Kong Carrie Lam mengatakan tuntutan-tuntutan itu terlalu jauh.

Laporan hari Selasa mengatakan “pandangan umum” mengatakan komite di Beijing yang beranggotakan 1.200 orang ” tidak boleh diremehkan atau diabaikan secara langsung atau tidak langsung” oleh reformasi apapun.

XS
SM
MD
LG