Tautan-tautan Akses

Hasil Awal Referendum di Mesir Dukung Amandemen Konstitusi


Para petugas di Kairo, Mesir melakukan perhitungan atas referendum hari Minggu (20/3).

Para petugas di Kairo, Mesir melakukan perhitungan atas referendum hari Minggu (20/3).

Di antara usulan amandemen itu adalah pembatasan masa jabatan Presiden Mesir sampai hanya dua kali empat tahun.

Hasil penghitungan sementara referendum yang diadakan di Mesir menunjukkan dukungan kuat bagi perubahan undang-undang dasar, menjelang diadakannya pemilihan anggota DPR dan pemilihan presiden.

Jumlah pemberi suara dilaporkan tinggi hari Sabtu. Jutaan warga Mesir memberikan suara yang pertama dalam sejarah Mesir, di mana hasilnya tidak ditentukan sebelumnya. Kata saksi mata, tampak antrian panjang di TPS-TPS.

Referendum itu adalah langkah pertama ke arah pemerintahan yang demokratis, dan mencakup sembilan amandemen atas UUD yang diusulkan oleh panel yang ditunjuk kelompok militer yang berkuasa sejak tergulingnya presiden Husni Mubarak.

Di antara amandemen itu adalah pembatasan masa jabatan presiden sampai hanya dua kali empat tahun. Apabila usul amandemen itu disepakati, maka akan diadakan pemilihan anggota DPR dan presiden menjelang akhir tahun ini, sementara pihak militer akan melepaskan kekuasaan kepada pemerintah sipil tahun depan.

Tapi kebanyakan kelompok sekuler dan aktivis pembaharuan menentang adanya amandemen itu, karena kata mereka, pemilihan yang akan diadakan itu akan memberikan keuntungan kepada dua partai politik di Mesir, yaitu partai demokrasi nasional yang dulu dipimpin Mubarak dan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Pelaksanaan referendum juga dicemari serangan terhadap tokoh oposisi Mohamed ElBaradei. Sekelompok orang mengkonfrontir ElBaradei ketika ia memberikan suara di sebuah TPS di Kairo. Beberapa orang melemparkan batu ke arah mobilnya, ketika ia meninggalkan tempat.

Kecuali insiden itu, referendum berlangsung damai. Referendum dianggap sebagai ujian pertama langkah Mesir menuju demokrasi.

XS
SM
MD
LG