Tautan-tautan Akses

Setelah Recall Mandek, Venezuela Siap Hadapi Kekacauan


Pemerintah Venezuela hari Kamis (20/10) memblokir referendum untuk memecat Presiden Nicolas Maduro (foto: dok).

Pemerintah Venezuela hari Kamis (20/10) memblokir referendum untuk memecat Presiden Nicolas Maduro (foto: dok).

Venezuela siap menghadapi kekacauan setelah pemerintah sosialis memblokir referendum untuk memecat presiden, langkah yang disebut para pemimpin oposisi sebagai kudeta.

Oposisi mendesak pendukungnya turun ke jalan-jalan, dimulai dengan pawai di jalan raya utama hari Sabtu (22/10) dipimpin oleh istri-istri aktivis yang dijebloskan ke penjara, sementara seorang tokoh pemerintah menyerukan penangkapan pengecam pemerintah.

Jajak pendapat menunjukkan Presiden sosialis Nicolas Maduro akan kalah dalam referendum. Tetapi hari Kamis (20/10) pejabat pemilu mengeluarkan perintah penangguhan pengumpulan tanda-tangan untuk recall, seminggu sebelum dimulai.

“Apa yang kita lihat kemarin adalah kudeta,'' ujar mantan calon presiden Henrique Capriles, yang pernah memimpin upaya recall. “Kita akan tetap damai, tetapi kita tidak mau dibodohi. Kita harus membela negara kita.''

Kecaman internasional berdatangan. 12 negara barat, termasuk Amerika dan bahkan pemerintahan sayap kiri seperti Chili dan Uruguay, mengatakan dalam pernyataan hari Jumat bahwa penangguhan referendum dan pembatasan perjalanan terhadap pimpinan oposisi mempengaruhi prospek untuk berdialog dan mencari solusi damai atas krisis negara itu.

Presiden Maduro sedang melawat ke luar negeri, tetapi dalam pidato yang disiarkan televisi hari Jumat ia mendesak rakyat di negaranya agar tenang. [ka]

XS
SM
MD
LG