Tautan-tautan Akses

AS

Reaksi Senator AS Pasca Dirilisnya Laporan Interogasi CIA


Senator partai Republik, John McCain (Foto: dok).

Senator partai Republik, John McCain (Foto: dok).

Senator Republik John McCain adalah salah seorang dari beberapa anggota partainya yang memuji penerbitan sebuah laporan mengenai praktek interogasi brutal CIA setelah serangan 11 September 2001 di Amerika.

Senator McCain, yang pernah menjadi tawanan perang di Vietnam, berbicara dengan penuh semangat hari Selasa (9/12). Ia mendukung dirilisnya ringkasan laporan 6.000 halaman itu, yang merinci apa yang bisa dianggap sebagai penyiksaan tahanan di penjara-penjara rahasia CIA di luar negeri. Zlatica Hoke melaporkan, disampaikan oleh Leonard Triyono.

Berbicara di hadapan Senat AS, John McCain memuji laporan Komite Intelijen Senat mengenai interogasi anggota al-Qaida dan tawanan lainnya antara tahun 2002 dan 2009 di penjara rahasia CIA di Afghanistan, Polandia, Rumania, Kuba dan tempat-tempat lain.

“Saya percaya rakyat Amerika berhak – dan bahkan bertanggung jawab – untuk mengetahui apa yang dilakukan atas nama mereka, bagaimana praktik-praktik itu memenuhi atau tidak memenuhi kepentingan kita, dan apakah mencerminkan nilai-nilai kita yang luhur,” ungkap Senator John McCain.

Senator McCain menyatakan harapan bahwa laporan yang merinci praktik-praktik seperti simulasi yang seakan-akan hendak menenggelamkan korban, perampasan jam tidur, dan penahanan dalam sel yang sempit itu akan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Saya tahu penggunaan penyiksaan menodai nama baik kita – dan ini yang membedakan kita dengan musuh-musuh kita – yakni keyakinan kita bahwa semua orang, bahkan musuh yang kita tawan sekalipun, memiliki hak asasi manusia yang dilindungi oleh konvensi internasional yang ditandatangani dan bahkan sebagian besar dikarang oleh Amerika Serikat,” lanjutnya.

Sering mengkritisi pemerintahan Obama, Senator McCain berbeda pendapat dengan para senator dari Partai Republik. Dia mengecam praktik interogasi yang keras, yang menurutnya pada akhirnya tidak mengarah pada penangkapan teroris.

“Jelas kita perlu intelijen untuk mengalahkan musuh-musuh kita, tetapi kita perlu intelijen yang dapat diandalkan. Penyiksaan menghasilkan informasi yang menyesatkan daripada informasi yang bisa ditindaklanjuti,” tambah senator dari Arizona tersebut.

McCain sendiri mengalami penyiksaan selama lima setengah tahun dalam tahanan di Vietnam Utara sebelum dibebaskan pada tahun 1973. Di bawah tekanan, ia menandatangani pernyataan propaganda komunis sebelum akhirnya pulang dengan cedera permanen.

Kalangan Partai Republik dan para pejabat dalam pemerintahan George W. Bush tetap membela metode interogasi CIA, yang menurut mereka membantu mencegah serangan-serangan teroris lainnya. Charlie Allen adalah mantan asisten direktur CIA.

“Tekanannya sangat besar dari pemerintah, dari Kongres, dari publik Amerika mengenai pertanyaan apakah akan ada serangan lagi karena ada banyak laporan bahwa serangan-serangan lain direncanakan,” ungkap Charlie Allen.

Senator Republik Saxby Chambliss dari Georgia yang awalnya menentang publikasi laporan tersebut, tahun ini memberikan suara mendukung dirilisnya laporan itu.

“Jadi saya memberikan suara setuju untuk menjadikan dokumen itu tidak rahasia lagi, dan biarlah masyarakat umum memberikan penilaian mereka sendiri tentang, seperti yang kami sampaikan secara khusus dalam laporan fraksi minoritas, apakah ada informasi yang diperoleh dari program ini yang tidak saja mengarah pada penggerebekan Bin Laden, tetapi juga membantu mengganggu dan mengacaukan berbagai rencana serangan teroris lainnya selama bertahun-tahun,” jelas Senator Saxby.

Presiden Barack Obama melarang praktik kontroversial itu pada tahun 2009 dan mendukung dirilisnya laporan tersebut, meskipun ada peringatan bahwa langkah itu bisa menyebabkan serangan balasandari orang-orang yang memusuhi Amerika. Kedutaan-kedutaan dan misi-misi Amerika di luar negeri telah disiagakan khusus untuk menghadapi kemungkinan itu.

XS
SM
MD
LG