Tautan-tautan Akses

Ratusan Warga Libya Lakukan Unjuk Rasa Dukung Gaddafi

  • Edward Yeranian
  • Dewi Sitompul

Para demonstran meneriakkan slogan dan membawa poster dukungan bagi Moammar Gadhafi dalam unjuk rasa di Tripoli, Rabu (16/2).

Para demonstran meneriakkan slogan dan membawa poster dukungan bagi Moammar Gadhafi dalam unjuk rasa di Tripoli, Rabu (16/2).

Demonstrasi tandingan terjadi setelah adanya laporan pers Libya mengenai kerusuhan oleh demonstran anti-pemerintah, hari Selasa.

Ratusan demonstran pro-pemerintah berpawai dan bersorak sorai di jalan-jalan ibu kota Libya, Tripoli dan di kota pelabuhan Benghaz. Demonstrasi-demonstrasi itu terjadi setelah adanya laporan-laporan pers Libya mengenai kerusuhan oleh demonstran anti-pemerintah, hari Selasa di Benghazi.

Televisi pemerintah Libya menunjukkan sejumlah besar massa yg kebanyakan adalah pendukung-pendukung muda pemimpin Libya Kolonel Moammar Gaddafi. Banyak di antara mereka membawa spanduk, poster dan potret Kolonel Gaddafi, sambil meneriakkan slogan-slogan yg mendukungnya. TV tersebut menyatakan demonstrasi-demonstrasi itu terjadi di seluruh pelosok negara itu.

Para pendukung pada satu rapat umum besar mencela TV Al Jazeera yg berbasis di Qatar, menyebutnya “tercela”. Pers Libya telah menyerang TV Al Jazeera dalam minggu-minggu ini dan menyebutnya sebagai “liputan yg berat sebelah” selama demonstrasi-demonstrasi yang menggulingkan penguasa-penguasa Tunisia dan Mesir.

Para demonstran remaja dapat dilihat dalam gambar-gambar TV Libya dikelilingi oleh pria-pria lebih tua yg memimpin sorak-sorai itu dan mendorong para pemuda itu untuk bertepuk tangan dan berteriak. Dalam sebuah gambar, seorang pria paruh baya membacakan sebuah pernyataan yang mendukung pemimpin Libya Gaddafi.

Dia mengatakan orang-orang Republik Rakyat Libya, menanggapi aksi-aksi baru-baru ini dari para mata-mata dan tentara-tentara bayaran, serta laporan-laporan yang tak bisa diandalkan badan-badan media, mengungkapkan kecintaan, dukungan dan dedikasi. Dia mengatakan para demonstran adalah tentara untuk Gaddafi dan dia adalah pemimpin mereka seumur hidup. Dia menambahkan orang-orang itu akan menggunakan sebuah tangan besi untuk menyerang para mata-mata dan tentara-tentara bayaran yang berusaha menghancurkan negara itu.

Moammar Gadhafi, telah berkuasa di Libya selama hampir 42 tahun sejak kudeta tahun 1969.

Moammar Gadhafi, telah berkuasa di Libya selama hampir 42 tahun sejak kudeta tahun 1969.

Demonstrasi-demonstrasi pro-pemerintah itu terjadi setelah bentrokan-bentrokan hari Selasa di kota terbesar kedua Libya, Benghazi, di mana setidaknya puluhan orang terluka. Surat kabar-surat kabar Libya mencela protes-protes tersebut, yg oleh sebuah sebuah kelompok di Facebook menyebutnya sebagai sebuah “ Hari Kemarahan” melawan pemerintah.

Para demonstran terlihat bentrok dengan polisi di beberapa tayangan video YouTube. Video-video lain yg diduga merupakan demonstrasi-demonstrasi anti pemerintah di kota-kota Libya yang lebih kecil juga diunggah di YouTube.

Pakar Afrika Utara di Paris Institute for Political Science (Institut Ilmu Politik Paris) Luis Martinez, mengatakan protes-protes anti-pemerintah sering berlangsung di Libya, tetapi jarang sekali dilaporkan oleh media.

Dia mencatat telah terjadi problem-problem sosial yang serius di Benghazi dan Tripoli, berakibat terjadinya protes-protes dalam 10 tahun terakhir. Dia menambahkan protes-protes seperti itu mengambil dimensi baru yang menguntungkan pemberontakan-pemberontakan populer di Tunisia dan Mesir.

Program Direktur Studi-studi Timur Tengah (Middle East Studies) Fouad Ajami, dari John Hopkins School of Advanced Study, baru-baru ini memberi tahu VOA, ia berpikir Gadhafi akan menggunakan kekuatan apa saja untuk menekan setiap pemberontakan yang populer.

Martinez setuju dengan Azami bahwa kejadian-kejadian di Libya mungkin tidak akan membesar menjadi protes massa seperti yg mereka lakukan di Mesir, karena Angkatan Bersenjata Libya adalah apa yang disebutnya “terpinggirkan” dibanding dengan dua kekuatan lainnya, Garda Revolusioner dan Komite Revolusioner. Tetapi, ia mengatakan suatu konflik seperti itu akan “sangat ganas” apabila meledak, karena angkatan bersenjata tersebut dan Garda Revolusioner dipersenjatai dengan lengkap.

XS
SM
MD
LG