Tautan-tautan Akses

Ratusan Warga Irak Jadi Relawan untuk Perangi Pemberontak


Para pemuda Irak berkumpul di luar pusat penerimaan tentara untuk mendaftar sebagai relawan militer di Baghdad, Irak, Sabtu (14/6).

Para pemuda Irak berkumpul di luar pusat penerimaan tentara untuk mendaftar sebagai relawan militer di Baghdad, Irak, Sabtu (14/6).

Ratusan pemuda Irak, Sabtu (14/6), memadati pusat-pusat relawan di berbagai penjuru Baghdad dan daerah-daerah lainnya untuk bergabung dalam usaha memerangi militan Islamis yang kian bergerak masuk ke bagian Utara Irak.

Para relawan menanggapi seruan perang ulama Irak Syiah yang paling dihormati, Ayatulah Ali al-Sistani.

Juru bicara Ayatulah yang berbicara di sebuah masjid di Karbala, Jumat (13/6) mendesak warga Irak untuk memerangi teroris demi membela negara mereka, rakyat mereka dan tempat-tempat suci mereka. Ia mengatakan, memerangi militan itu adalah tanggungjawab setiap orang.

PM Irak Nouri al-Maliki mengatakan kepada para tentara di Samarra bahwa para relawan datang ke sana untuk membantu mereka mengalahkan militan.

Maliki mengatakan, tentara yang meninggalkan posisi mereka dan menanggalkan seragam mereka di jalan-jalan di Mosul, Irak utara, sebelumnya pekan ini, harus kembali ke unit-unit mereka atau menghadapi hukuman berat, termasuk hukuman mati.

Dalam perkembangan lain, Sabtu (14/6), Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya siap membantu Irak, jika diminta dan akan mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan musuh lamanya, Amerika, dalam memerangi ekstremis Sunni jika Washington memutuskan untuk mengambil tindakan keras terhadap para militan Sunni. Iran telah membangun hubungan erat dalam beberapa tahun ini dengan pemerintah pimpinan Syah di Baghdad.

Presiden Amerika Barack Obama, Jumat (13/6), mengatakan para penasehat keamanan nasionalnya sedang mempersiapkan “sejumlah pilihan” bagi bantuan Amerika untuk pemerintah Irak, yang sedang menghadapi serangan militan Islamis terkait Al Qaeda.

Berbicara di Gedung Putih hari Jumat (13/6), Presiden Obama mengatakan format tindakan Amerika akan semakin jelas “dalam beberapa hari mendatang”. Obama menegaskan tidak ada tentara yang akan dikirim ke Irak.

Presiden Obama mengatakan militan yang telah menguasai beberapa bagian di Irak merupakan ancaman bagi pemerintah Irak dan rakyat di seluruh negara itu, serta ancaman aktif terhadap kepentingan-kepentingan Amerika. Ia menambahkan perpecahan kepemimpinan di Irak telah memicu krisis yang saat ini terjadi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG