Tautan-tautan Akses

Gelombang Panas di Pakistan Tewaskan Lebih dari 400 Orang


Seorang pria berdiri di bawah kucuran air setelah mengisi botol minum dengan air di tengah serangan hawa panas yang melanda Karachi, Pakistan.

Seorang pria berdiri di bawah kucuran air setelah mengisi botol minum dengan air di tengah serangan hawa panas yang melanda Karachi, Pakistan.

Serangan hawa panas yang ekstrem menyebabkan temperatur meningkat hingga lebih dari 43 derajat celcius di provinsi Sindh di bagian barat daya Pakistan, menewaskan lebih dari 400 orang, kebanyakan di kota Karachi yang terletak di pesisir.

Ruang-ruang gawat darurat di rumah-rumah sakit lokal dipenuhi pasien yang terkena heat stroke. Dokter-dokter memperingatkan bahwa orang lanjut usia, mereka yang menderita diabetes ataupun penyakit ginjal paling rentan terkena dampak hawa panas.

Pemerintah daerah Sindh telah menyatakan keadaan gawat darurat medis di provinsi tersebut.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengatakan Otoritas Penanganan Bencana Nasional negara ini telah diperintahkan untuk memulai langkah-langkah bantuan.

Seorang kerabat (kanan) menanti sementara sukarelawan mencari jenazah di antara orang-orang yang tewas akibat gelombang panas yang parah, di kamar jenazah Edhi Foundation di Karachi, Pakistan (22/6).

Seorang kerabat (kanan) menanti sementara sukarelawan mencari jenazah di antara orang-orang yang tewas akibat gelombang panas yang parah, di kamar jenazah Edhi Foundation di Karachi, Pakistan (22/6).

Anwar Kazmi, seorang juru bicara bagi Edhi Foundation, mengatakan lembaga amal tersebut menangani lebih dari 700 jenazah di rumah-rumah jenazah ataupun ambulans selama enam hari terakhir.

Kazmi mengatakan 200 ambulans Edhi Foundation kewalahan menangani keadaan darurat di Karachi, membawa pasien ke rumah sakit atau memindahkan jenazah korban yang tewas.

Warga menerima air minum yang dibagikan di Jinnah Postgraduate Medical Center (JPMC) di Karachi, Pakistan (23/6).

Warga menerima air minum yang dibagikan di Jinnah Postgraduate Medical Center (JPMC) di Karachi, Pakistan (23/6).

Listrik padam

Sementara itu, para pemimpin oposisi menyalahkan pemerintah yang memadamkan listrik secara bergantian akibat kurangnya tenaga listrik.

Mereka meminta menteri yang bersangkutan, Khwaja Asif, untuk mengundurkan diri, demikian pula orang nomor dua di kementerian tersebut.

Mereka juga mengumumkan Jumat pekan ini sebagai "hari berkabung."

Asif mengatakan listrik di Karachi disediakan oleh Karachi Electric, sebuah perusahaan swasta, sehingga berada di luar kendali pemerintah federal.

Pemadaman listrik secara bergantian sudah lumrah di Pakistan. Kota-kota besar dapat mengalami pemadaman selama tujuh hingga 10 jam setiap harinya di musim panas ini, sementara di daerah di luar perkotaan, pemadaman dapat berlangsung hingga 14 jam.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG