Tautan-tautan Akses

Ratusan Ribu Orang Rayakan Pemakzulan Presiden Park Geun-Hye


Warga bereaksi di depan Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, usai disahkannya hasil pengambilan suara pemakzulan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, dengan membawa spanduk bertuliskan "Dakwa Park Geun-hye", 9 Desember 2016 (Foto: News1 via REUTERS).

Warga bereaksi di depan Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, usai disahkannya hasil pengambilan suara pemakzulan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, dengan membawa spanduk bertuliskan "Dakwa Park Geun-hye", 9 Desember 2016 (Foto: News1 via REUTERS).

Satu hari setelah parlemen memakzulkan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, ratusan ribu orang bersiap-siap turun ke jalan, Sabtu (10/12) untuk merayakan keberhasilan tersebut.

Untuk minggu ke-7 berturut-turut, ibukota Seoul bersiap untuk mengadakan demonstrasi besar dengan menyalakan lilin yang merupakan lambang gerakan rakyat untuk menjatuhkan Presiden Park yang tidak populer itu.

Park Geun-Hye dimakzulkan karena terlibat berbagai pelanggaran konstitusional dan kriminal, termasuk penyuapan dan penyalahgunaan kekuasaan. Kebanyakan tuduhan terkait penyelidikan tentang skandal yang melibatkan kawan lama Presiden Park, Choi Soon-sil, yang dituduh melakukan pemalsuan dan penipuan. Park dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus itu, karena ia berkomplot dengan Choi untuk minta sumbangan berjumlah puluhan juta dolar dari sejumlah perusahaan besar.

Walaupun dewan nasional telah mencabut kekuasaan eksekutif Park hari Jumat (9/12), para aktivis mengatakan akan terus melancarkan tekanan sampai Mahkamah Konstitusi mengesahkan keputusan itu. Tapi proses ini bisa makan waktu berbulan-bulan.

Banyak orang mengatakan Presiden sebaiknya segera mengundurkan diri dan menghadapi tuntutan kriminal. Tapi sampai ada keputusan yang pasti (dari Mahkamah Konstitusi) kekuasaan Presiden Park hanya ditangguhkan, dan ia masih tetap memegang sebutan sebagai Presiden dan punya imunitas terhadap tuntutan hukum apapun. [isa/sp]

XS
SM
MD
LG