Tautan-tautan Akses

AS

Balas Kritik Atas 'Celana Yoga’, Ratusan Perempuan Unjuk Rasa


Para perempuan AS melakukan yoga bersama. (Foto: ilustrasi).

Para perempuan AS melakukan yoga bersama. (Foto: ilustrasi).

Unjuk rasa tersebut merupakan bagian yang lebih besar dari gerakan menentang misogini dan laki-laki yang suka mendikte bagaimana seharusnya perempuan berpakaian.

Para perempuan di Rhode Island, AS, berunjuk rasa di kediaman seorang pria bernama Alan Sorrentino, Minggu siang (23/10), dengan mengenakan celana yoga, setelah pria itu mengeluhkan perempuan yang mengenakan pakaian tersebut di surat kabar.

Sorrentino, yang mengirim surat pembaca bahwa perempuan seharusnya tidak memakai celana yoga di depan umum, mengatakan bahwa surat itu dimaksudkan sebagai humor dan ia sebenarnya tidak punya masalah dengan celana yoga, bahkan memiliki sebuah celana serupa.

Sorrentino mengatakan kepada radio WPRO-AM bahwa ia berharap surat yang dipublikasikan tanggal 19 Oktober lalu oleh surat kabar Barrington Times akan dibaca sebagai selingan di tengah retorika kampanye politik saat ini.

Namun, surat itu mendapat kecaman keras dan sekelompok perempuan mengatakan akan menggelar pawai di dekat rumah Sorrentino dengan mengenakan celana yoga.

Sorrentino meminta para pengunjuk rasa untuk menjauhi rumahnya di Barrington. Dalam wawancara dengan radio tersebut, ia mengatakan telah menerima ancaman pembunuhan dan menunjukkan sejumlah pesan telepon berisi sumpah serapah.

Sorrentino menyamakan pelecehan dan ancaman itu dengan yang diterimanya selama bertahun-tahun setelah ia secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay.

“Pernyataan-pernyataan itu keji dan mengintimidasi," ujarnya kepada radio WPRO-AM.

“Fakta bahwa unjuk rasa itu dianggap sebagai reaksi yang wajar atas apa yang saya tulis di surat kabar, merupakan hal yang benar-benar menjijikkan."

Penyelenggara demonstrasi belum menanggapi pernyataan Sorrentino kepada radio tersebut, tetapi menegaskan bahwa unjuk rasa yang dimaksud bukan sekedar protes terhadap Sorrentino, tetapi merupakan bagian yang lebih besar dari gerakan menentang misogini – atau rasa benci terhadap perempuan – dan laki-laki yang suka mendikte bagaimana seharusnya perempuan berpakaian.

Di halaman Facebook yang khusus dibuat untuk unjuk rasa itu, mereka menyerukan kepada para peserta supaya tidak membawa poster atau simbol-simbol, atau terlibat dengan Sorrentino atau warga lain secara negatif.

Dalam surat pembacanya, Sorrentino mengatakan celana yoga seharusnya hanya dikenakan di studio yoga, karena merupakan hal yang “aneh dan mengganggu” melihat celana yoga dikenakan oleh “perempuan dewasa”. Ia menyarankan supaya perempuan mengenakan “celana yang enak dikenakan” atau jeans. [em/al]

XS
SM
MD
LG