Tautan-tautan Akses

Pemerintah Ungsikan Ratusan Warga Sekitar Gunung Rokatenda


Warga desa Pulau Palue yang terkena imbas meletusnya gunung Rokatenda, beristirahat di tenda penampungan pengungsi di Maumere, provinsi Nusa Tenggara Timur (12/8).

Warga desa Pulau Palue yang terkena imbas meletusnya gunung Rokatenda, beristirahat di tenda penampungan pengungsi di Maumere, provinsi Nusa Tenggara Timur (12/8).

Pihak berwenang Indonesia telah mengungsikan lebih dari 500 warga dari sebuah pulau kecil dimana sebuah gunung meletus, menewaskan enam orang, termasuk dua anak-anak.

Pihak berwenang mengatakan hari Senin (12/8) sekitar 500 pengungsi dari Pulau Palue telah dipindahkan ke pulau Flores setelah Gunung Rokatenda meletus hari Sabtu. Ribuan orang lagi masih menunggu untuk diungsikan.

Rokatenda telah memperlihatkan tanda-tanda peningkatan aktifitas sejak bulan Oktober. Ribuan warga Palue sudah diungsikan ke Flores sebelum letusan terbaru tersebut terjadi.

Pihak berwenang Indonesia telah mengungsikan lebih dari tiga ribu orang yang tinggal di dekat Gunung Rokatenda di Pulau Paluweh yang berpenduduk sekitar 80 ribu orang.

Gunung Rokatenda meletus hari Sabtu menyemburkan abu setinggi dua kilometer dan memuntahkan batu dan lahar.

Tenda-tenda disiapkan pemerintah setempat untuk para pengungsi dari Paluweh tetapi hari Senin pihak berwenang menemui kesulitan mengevakuasi penduduk yang tidak mau mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan lahar mengalir ke arah selatan dan menewaskan sekurang-kurangnya empat orang.

Gunung Rokatenda di Nusa Tenggara Timur masih mengeluarkan abu panas dan lava, Senin (12/8) setelah menewaskan enam orang pada akhir pekan. Letusan-letusannya lebih kecil pada Senin namun potensi bahaya masih tinggi karena gunung berapi itu masih terus mengeluarkan awan gas panas, menurut ahli vulkanologi pemerintah, Surono.

Lava cair dan abu panas telah menutupi sebagian besar Pulau Palue yang hanya memiliki radius empat kilometer.
XS
SM
MD
LG