Tautan-tautan Akses

AS

Ratusan Orang Berikan Penghormatan bagi Korban Penembakan di Charleston


Orang-orang berkumpul sebelum penghormatan kepada korban di geraja Emanuel AME di Charleston, South Carolina, 21 Juni 2015. (Jerome Socolovsky/VOA)

Orang-orang berkumpul sebelum penghormatan kepada korban di geraja Emanuel AME di Charleston, South Carolina, 21 Juni 2015. (Jerome Socolovsky/VOA)

Ratusan orang berkumpul di luar gereja Episkopal Afrika Methodist (AME) Emanuel di Charleston, South Carolina hari Sabtu (20/6) untuk memberikan penghormatan dan belasungkawa kepada mereka yang terkena dampak penembakkan sembilan warga kulit hitam awal pekan ini.

Pastur Dimas Salaberrios dari Gereja Infinity Bible New York mengatakan kepada para pelayat bahwa penting untuk mengatasi kerusuhan rasial dan bersatu sebagai komunitas. Dia menyampaikan doa-doa dan penghiburan sementara kerumunan massa berkumpul di tengah cuaca panas yang suhunya mencapai 39 derajat Celcius.

Para pemimpin keagamaan dan hak-hak sipil di berbagai penjuru Amerika melangsungkan acara serupa hari Sabtu.

Di New York, para jemaah berkumpul di salah satu gereja AME terbesar di Amerika untuk melangsungkan kebaktian pagi, dan kemudian berpawai. Para pemimpin gereja dan Walikota New York Bill de Blasio dijadwalkan berpidato.

Di Detroit, Jaringan Aksi nasional, yang dimotori pendeta kulit hitam Al Sharpton, menyelenggarakan dialog antar agama dalam menanggapi insiden penembakan di Charleston. Kebaktian yang melibatkan berbagai ras juga berlangsung di Atlanta, sebuah kota penting dalam gerakan hak sipil Amerika.

Tersangka penembakan massal, Dylann Roof, seorang kulit putih berusia 21 tahun yang memiliki pandangan rasis, ditahan di penjara Charleston County.

Ia menghadapi sembilan dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan kepemilikan senjata api secara ilegal. Seorang hakim di Charleston menetapkan uang jaminan 1 juta dolar atas tuduhan kepemilikan senjata namun mengatakan ia tidak memiliki wewenang untuk menetapkan uang jaminan atas sembilan dakwaan pembunuhan.

Roof dikabarkan mengatakan kepada para penyelidik, ia memilih Gereja AME Emanuel untuk melakukan aksinya karena itu merupakan gereja bersejarah warga Amerika keturunan Afrika. CNN melaporkan, Roof ditahan di ruang isolasi dan dalam pengawasan penuh untuk mencegah kemungkinan ia melakukan bunuh diri.

Di San Francisco hari Sabtu, bakal calon presiden AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton, menyerukan diperketatnya pengawasan senjata.

XS
SM
MD
LG