Tautan-tautan Akses

Ratusan Murid SD di Bandung Bubuhkan Cap Tangan Anti-Korupsi

  • R.Teja Wulan

Para murid SDN Andir Kidul Bandung mengecap tangan mereka di atas kain perca integritas. (VOA/R. Teja Wulan)

Para murid SDN Andir Kidul Bandung mengecap tangan mereka di atas kain perca integritas. (VOA/R. Teja Wulan)

Aksi ini merupakan salah satu upaya menanamkan nilai kejujuran dan kesadaran anti-korupsi sejak dini kepada anak-anak.

Sedikitnya 1500 siswa Sekolah Dasar (SD) dan warga Kota Bandung membubuhkan cap 10 jari tangan di atas kain perca sebagai bentuk komitmen dan dukungan pada gerakan anti-korupsi.

Ribuan kain perca ini nantinya akan digabungkan dengan puluhan ribu kain perca lain dari seluruh Indonesia dan akan dibentangkan di Alun-Alun Bandung dalam Festival Anti-Korupsi 2015 yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia.

Ratusan siswa SD Negeri Andir Kidul Bandung–Jawa Barat, bersama puluhan guru dan orangtua murid serta warga sekitar menempelkan cap tangan mereka di atas kain perca akhir pekan lalu.

Kepala SD Negeri Andir Kidul Ahmad Taufan Hidayat mengatakan kepada VOA, aksi ini merupakan salah satu upaya menanamkan nilai kejujuran dan kesadaran anti-korupsi sejak dini kepada anak-anak.

Kegiatan ini juga diharapkan bisa membangun generasi emas karena 30 tahun ke depan anak-anak tersebut akan menjadi pemimpin. Gerakan ini diharapkan bisa membangun generasi pemimpin berintegritas yang bebas korupsi di masa depan.

“Indonesia mendatang yaitu generasi Indonesia emas, dimana seabad Indonesia merdeka di tahun 2045 adalah milik anak-anak Indonesia. Karena 30 tahun ke depan, anak-anak SD yang akan menjadi pemimpin," ujarnya.

Seribu lima ratus kain perca ini merupakan bagian kecil dari kain perca lain yang dicap tangan dan ditandatangani oleh ribuan orang lainnya pada waktu dan tempat berbeda.

Seorang siswa SD di Bandung memperlihatkan kain integritas hasil karyanya. (VOA/R. Teja Wulan)

Seorang siswa SD di Bandung memperlihatkan kain integritas hasil karyanya. (VOA/R. Teja Wulan)

Panitia Konsorsium Komunitas Festival Anti-Korupsi 2015 Ceuceu Gartiah mengungkapkan sampai saat ini sudah ada sekitar 10 ribu kain perca dari seluruh Indonesia yang dihimpun oleh Komunitas Ruang Media Perempuan (Rumpun) Indonesia sejak memulai kampanye anti-korupsi pada Januari 2015.

Semua kain perca tersebut berisi ikrar untuk menjaga diri dan keluarga dalam memberantas korupsi mulai dari diri sendiri sejak dini. Puluhan ribu kain perca ini nantinya akan disatukan dengan cara dijahit, kemudian dibentangkan di Alun-Alun Bandung dalam acara puncak Festival Anti-Korupsi 2015, pada 10-11 Desember 2015.

“Jalinan (kain perca) ini menyimbolkan bahwa kalau kita berpegangan erat, bersama-sama, menjalin dengan kuat membuat Indonesia lebih baik lagi, pasti bisa.”

Selain membubuhkan cap jari dan tanda tangan di atas kain perca, para siswa, guru, orangtua murid, dan warga juga menuliskan harapan dan pemikirannya untuk Indonesia bebas korupsi. Mereka juga diajari 9+1 nilai-nilai integritas, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, kerja keras, sederhana, tanggung jawab, berani, adil, dan sabar.

“Kita memang harus menghindari korupsi dan harus jujur. Aku adalah anak yang jujur," ujarnya.

Kain perca cap tangan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut hari Anti-Korupsi Sedunia yang dirayakan dalam Festival Anti-Korupsi 2015. Berbagai acara lainnya adalah festival kampung kreatif, pentas teater rakyat, konser musik rakyat, lomba orasi anti-korupsi, dan parenting anti-korupsi. [em]

XS
SM
MD
LG