Tautan-tautan Akses

Ratusan Migran Afrika Tenggelam di Laut Tengah


Para migran Afrika dengan perahu karet minta bantuan kapal untuk menolong mereka di perairan dekat pulau Lampedusa, Italia hari Minggu (17/4). Ratusan migran Afrika dilaporkan tenggelam pada 8 April lalu.

Para migran Afrika dengan perahu karet minta bantuan kapal untuk menolong mereka di perairan dekat pulau Lampedusa, Italia hari Minggu (17/4). Ratusan migran Afrika dilaporkan tenggelam pada 8 April lalu.

Ratusan migran Afrika Timur diyakini tewas setelah kapal mereka terbalik di Laut Tengah pada 8 April lalu.

Para saksi dan korban mengatakan kepada VOA hari Senin bahwa kapal itu terbalik saat membawa 500 orang. Sejumlah orang berenang ke perahu terdekat dan kemudian dijemput dan dibawa ke Yunani.

Insiden itu terjadi pada Jumat, 8 April lalu, tapi baru pertama kali dilaporkan oleh BBC, pada hari Minggu.

Mussa Mohamed Adam, warga negara Ethiopia, mengatakan dia adalah salah satu dari sedikit migran yang selamat dari tragedi tersebut. Dia mengatakan kepada VOA bahwa kapal terbalik setelah dia dan sekitar 200 migran lainnya naik ke kapal itu dari perahu kecil yang berangkat dari Mesir satu setengah hari sebelumnya.

Adam memperkirakan ada 500 orang di kapal pada saat itu, dan hanya 30 yang mampu berenang kembali ke perahu kecil tadi.

Liban Qadar Jama dari Somaliland berada di perahu lain yang mendekati titik pertemuan tersebut.

"Saya bisa melihat perahu yang lebih besar tenggelam," katanya kepada VOA.

"Kami bergerak dengan perahu kecil kami, karena beberapa pendatang dari perahu yang tenggelam itu bersusah payah berenang ke arah kami. Kami hanya bisa menyelamatkan empat dari mereka," imbuhnya.

Jama dan saksi lainnya mengatakan para migran itu terombang-ambing di laut sekitar sembilan hari sebelum mereka dijemput oleh salah satu penjaga pantai Yunani atau Italia dan dibawa ke Yunani.

Laporan media sosial Senin (18/4) yang belum dikonfirmasi menyebut kebanyakan mereka yang tenggelam adalah warga Somalia yang berupaya melarikan diri dari perang dan kekeringan yang melanda tanah air mereka.

Jika korban tewas dikonfirmasi, peristiwa itu akan menjadi tragedi migran terburuk sejak sekitar 700 orang tenggelam di lepas pantai Libya pada bulan April tahun lalu. [as]

XS
SM
MD
LG