Tautan-tautan Akses

Ramos Horta Kalah dalam Pemilihan Presiden Timor Leste


Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta saat memasukkan surat suaranya di Dili (17/3).

Jose Ramos Horta mengaku kalah dalam upaya memenangkan masa jabatan kedua Presiden Timor Leste, Senin (19/3).

Setelah lebih 70 persen suara dihitung, hasilnya menunjukkan Fransisco Guterres, dari oposisi utama Partai Fretilin, unggul dengan kira-kira 28 persen perolehan suara. Ia disusul oleh mantan pimpinan militer Jose Maria de Vasconcelos dengan 25 persen. Mereka akan maju ke pemilihan presiden babak kedua pertengahan April.

Presiden Ramos Horta, pemenang hadiah Nobel Perdamaian, ketinggalan dengan 18 persen. Dalam jumpa pers Senin, Ramos-Horta mengucapkan selamat kepada kedua calon tadi.

Hasil resmi diperkirakan akan dikeluarkan pada hari Selasa.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Minggu, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan penghargaan kepada Timor Leste atas penyelenggaraan pemilu dalam suasana tertib dan tenang.

Rakyat memberi suara pada hari Sabtu dalam pemilihan presiden yang kedua kali sejak Timor Leste, salah satu negara termuda dan termiskin di dunia, memenangkan kemerdekaan dari Indonesia tahun 2002.

Kekerasan dalam pemilihan Presiden tahun 2006 hampir menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara, tetapi para pejabat melaporkan tidak ada kerusuhan dalam pemilihan presiden yang terbaru ini.

Kalau pemilihan presiden babak kedua dan pemilihan legislatif bulan Juni berjalan dengan mulus, kontingen PBB dan penjaga perdamaian Australia dijadwalkan akan ditarik dari negara itu sebelum akhir tahun ini.

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG