Tautan-tautan Akses

Ramen Gantikan Rokok Sebagai Alat Barter di Penjara AS


A new study suggests instant ramen has replaced cigarettes as currency among prisoners.

A new study suggests instant ramen has replaced cigarettes as currency among prisoners.

Penelitian menunjukkan bahwa mie instan Jepang telah menjadi alat barter paling umum di antara narapidana di AS, menggantikan rokok.

Rokok, yang telah lama menjadi mata uang tidak resmi di penjara, telah digantikan oleh jenis uang baru.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mie Jepang Ramen dalam bentuk instan sekarang ini adalah alat barter paling umum di antara narapidana di Amerika Serikat.

Salah satu alasannya, menurut penelitian oleh fakultas sosiologi University of Arizona, adalah bahwa merokok telah dilarang di banyak tempat di dalam penjara.

Namun ada faktor lain, menurut para peneliti, yakni berkurangnya makanan yang tersedia untuk para narapidana, yang disebut oleh para peneliti “hukuman penghematan” karena “biaya perawatan sekarang dibebankan ke narapidana.”

“Hukuman penghematan bukanlah kebijakan penjara formal, namun ini tren yang dapat diamati dari praktik administrasi penjara di lembaga-lembaga pemasyarakatan di seluruh negeri,” ujar penulis studi tersebut, Michael Gibson-Light.

"Di seluruh negara, kita melihat pemangkasan biaya dan pergeseran biaya penjara, serta perubahan-perubahan praktik-praktik ekonomi informal dari para tahanan,” ujarnya.

"Layanan dikurangi dan banyak biaya dibebankan pada narapidana untuk memenuhi seruan agar tetap bersikap keras terhadap kejahatan dan juga menghemat biaya.”

Mengutip data Biro Lembaga Pemasyarakatan AS, para peneliti mengatakan negara-negara bagian menghabiskan dana US$48,5 miliar untuk penjara tahun 2010, turun hampir 6 persen dari tahun sebelumnya. Mereka juga mengatakan bahwa sejak 1982, anggaran untuk penjara tidak dapat mengikuti peningkatan jumlah narapidana.

Untuk riset tersebut, Gibson-Light mewawancarai 60 narapidana selama periode 12 bulan dari Mei 2015 sampai Mei 2016.

“Pegawai penjara dan populasi tahanan memberikan narasi untuk sejarah perubahan makanan penjara. Dalam beberapa dekade terakhir, terlihat ada penurunan terus menerus dari kualitas dan kuantitas makanan narapidana,” ujarnya.

“Para napi sangat kecewa dengan kualitas dan kuantitas makanan penjara yang mereka terima sehingga mereka mulai mengandalkan mie Ramen – produk makanan yang murah dan tahan lama – sebagai bentuk mata uang dalam ekonomi bawah tanah,” ujarnya.

“Karena murah, lezat dan kaya kalori, Ramen menjadi begitu berharga sehingga digunakan sebagai alat tukar untuk mendapatkan barang lain.”

Barang-barang yang ditukar dengan Ramen termasuk pakaian, alat-alat kebersihan pribadi dan bahkan layanan seperti mencuci baju atau membersihkan sel. Ramen juga digunakan dalam judi kartu dan taruhan olahraga. [hd]

XS
SM
MD
LG