Tautan-tautan Akses

Ramadan di Minnesota


Beberapa tempat usaha diizinkan buka hingga malam sepanjang bulan suci Ramadan.

Negara bagian Minnesota adalah rumah bagi komunitas Muslim AS. Sekitar 200.000 Muslim tinggal di negara bagian itu. Kalau Anda berjalan di pusat-pusat usaha dan pemukiman yang banyak ditinggali oleh keturunan Somalia, Anda mungkin mengira sedang berada di sebuah negara Muslim. Pada malam hari, rumah-rumah ibadah penuh dengan orang-orang yang menjalani sholat tarawih.

Masjid Rowda di Minneapolis adalah salah satu tempat yang dipenuhi orang-orang.

Selain berpuasa dan sholat tarawih, umat Muslim memperbanyak amal ibadah pada bulan Ramadan, misalnya dengan membantu mereka yang tidak mampu. Farhia Isse Qalanjo adalah seorang relawan “Walaal Afuri” cabang Minnesota, sebuah organisasi yang menyalurkan bantuan kepada orang-orang miskin di Somalia agar bisa makan setelah berpuasa sepanjang hari.

“Di Somalia, ada orang-orang miskin yang tidak punya keluarga di luar negeri yang bisa mengirimkan uang pada mereka. Kami lah yang mengumpulkan uang untuk mereka. Walaupun kami tidak kenal, tapi bisa menghubungi mereka lewat teman-teman.”

Ribuan Muslim sholat berjamaah di Minneapolis Convention Center. (Foto: dok.)

Ribuan Muslim sholat berjamaah di Minneapolis Convention Center. (Foto: dok.)

Pria muda yang tidak suka memasak biasanya datang ke restoran. Jamal Farah (alias Happy Khalif) adalah seorang tukang cukur di Karmel Somali Mall. Ia juga seorang komedian terkenal.

“Sejak saya datang ke AS, saya tidak pernah masak. Kadang-kadang saya buat teh. Kita bisa temukan semua di mall, di sini juga ada tempat makan prasmanan. Praktis,” katanya.

Tahun lalu, Dewan Kota Minneapolis menyetujui rancangan undang-undang yang mengizinkan tempat usaha Somalia buka lebih malam pada bulan Ramadan. Pemilik Safari Restaurant, Abdurahman Abkos yakin hal ini berkat peran penting komunitas keturunan Somalia di kota ini.

“Perpanjangan jam buka usaha pada bulan suci Ramadan ini adalah bukti peran aktif keturunan Somalia dan komunitas Muslim di kota ini," tambahnya.

Tahun ini, Ramadan jatuh di musim panas. Orang-orang berpuasa sepanjang 17 hingga 18 jam. Beberapa di antara mereka mengeluhkan suhu panas dan jam puasa yang panjang, tapi mereka merasa tetap puas. [dw]

XS
SM
MD
LG