Tautan-tautan Akses

Rakyat Selandia Baru Pilih Pertahankan Benderanya


Atlet Selandia Baru Tomas Walsh merayakan kemenangannya dalam Pertandingan Atletik Dunia di Portland, Oregon, dengan membawa benderanya berlari keliling lapangan, 18 Maret 2016 (Foto: dok).

Atlet Selandia Baru Tomas Walsh merayakan kemenangannya dalam Pertandingan Atletik Dunia di Portland, Oregon, dengan membawa benderanya berlari keliling lapangan, 18 Maret 2016 (Foto: dok).

Pemilih di Selandia Baru menolak desain bendera baru yang akan menggantikan motif bendera Inggris (Union Jack) di sisi kiri atas bendera yang sekarang dengan motif daun pakis berwarna perak.

Hasil pendahuluan yang dilansir komisi pemilihan nasional hari Kamis (24/3) menunjukkan sekitar 56 persen yang berpartisipasi dalam referendum melalui pos yang ingin mempertahankan desain bendera yang telah berumur 114 tahun itu, dibandingkan dengan 43 persen yang menginginkan desain baru.

Referendum itu merupakan hasil perdebatan selama 18 bulan yang menggunakan 17 juta dolar dana dari pajak rakyat. Para pendukung desain bendera baru, yang dipimpin Perdana Menteri John Key, mengatakan, bendera versi sekarang merupakan peninggalan masa kolonial Selandia Baru, dan terlalu mirip dengan bendera negara tetangganya, Australia.

Tetapi yang lain mencemooh bendera alternatif yang mereka sebut tidak lebih bagus dari handuk pantai, dan mengatakan referendum itu merupakan upaya untuk membangun warisan dari Perdana Menteri Key, yang mendapat dukungan tinggi setelah delapan tahun menjabat.

Bendera alternatif itu termasuk di antara lebih dari 10 ribu desain yang diajukan sewaktu proses dimulai pada tahun 2014, dan ditentukan sebagai pilihan akhir dalam referendum sebelumnya. Bendera pengganti yang diusulkan itu mempertahankan pola empat bintang yang mewakili rasi Bintang Selatan yang ada pada bendera yang sekarang ini. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG