Tautan-tautan Akses

Rakyat Rayakan Masuknya Pemberontak Libya di Pusat Tripoli


Ribuan massa merayakan tertangkapnya putra Gaddafi, Seif al-Islam di Benghazi, Libya, Minggu pagi (22/8).

Ribuan massa merayakan tertangkapnya putra Gaddafi, Seif al-Islam di Benghazi, Libya, Minggu pagi (22/8).

Pemberontak telah menawan dua putra Gaddafi, termasuk seorang yang sempat akan menjadi penerusnya, Seif al-Islam.

Para pejuang pemberontak Libya yang menginginkan berakhirnya kekuasaan Moammar Gaddafi mengatakan mereka telah menguasai sebagian besar ibukota Tripoli, setelah melewati lapisan-lapisan pertahanan dan masuk ke alun-alun Green, di mana mereka disambut ribuan warga di pusat kota itu.

Bentrokan dilaporkan terjadi hari Senin dekat kompleks Bab al-Aziziya milik Gaddafi, dan para pemimpin pemberontak mengatakan masih ada sejumlah kantung perlawanan di dalam Tripoli dan sekitarnya. Keberadaan Moammar Gaddafi tidak diketahui.

Pasukan pemberontak tidak mendapat perlawanan berat ketika memasuki kota dari arah barat setelah menguasai sebuah pangkalan militer penting dekat kota itu. Seorang jurubicara pemberontak mengatakan mereka juga mengerahkan satu kelompok pejuang masuk ibukota lewat laut dari bandara Misrata. Ia mengatakan pasukan penjaga presiden telah menyerah, dan membuat pihak oposisi bisa menguasai sebagian besar Tripoli.

Setelah pemberontak masuk, warga Libya yang bersorak di alun-alun yang telah diganti namanya menjadi alun-alun Martir oleh pemberontak, merobek dan menginjak poster-poster Gaddafi. Sampai baru-baru ini, pemerintah menggunakan daerah itu untuk demonstrasi masa mendukung pemimpin Libya tersebut.

Pemberontak mengatakan telah menawan dua putra Gaddafi, termasuk seorang yang sempat akan menjadi penerusnya, Seif al-Islam.

Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) mengkonfirmasi bahwa Seif al-Islam telah ditawan dan jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo hari Minggu mengatakan Seif harus diserahkan ke pengadilan di Den Haag secepat mungkin. Seif al-Islam bersama ayah dan kepala intelijen Libya dituduh atas kekerasan terhadap kemanusiaan. Mereka diduga merencanakan dan memerintahkan serangan ilegal terhadap warga sipil pada hari-hari awal aksi penumpasan atas demonstran anti-pemerintah.

Sementara itu, para pemimpin oposisi mengatakan kepada wartawan, putra tertua Gaddafi, Mohammed, telah menyerah ke pasukan pemberontak.

XS
SM
MD
LG