Tautan-tautan Akses

Rakyat Malaysia Hadapi Pilihan Bertentangan dalam Pemilu


Seorang warga Malaysia berjalan melewati poster dan bendera kampanye dari kedua partai yang saling bersaing dalam pemilu Minggu mendatang - partai Barisan Nasional yang berkuasa dan partai oposisi Keadilan Rakyat - yang menghiasi sisi sebuah jalan di Malaysia menjelang pemilu (1/5).

Seorang warga Malaysia berjalan melewati poster dan bendera kampanye dari kedua partai yang saling bersaing dalam pemilu Minggu mendatang - partai Barisan Nasional yang berkuasa dan partai oposisi Keadilan Rakyat - yang menghiasi sisi sebuah jalan di Malaysia menjelang pemilu (1/5).

Rakyat Malaysia menghadapi pilihan yang sangat bertentangan dalam pemilu hari Minggu mendatang, mendukung koalisi yang sudah lama berkuasa atau oposisi yang belum teruji.

Rakyat Malaysia dihadapkan pada dua pilihan sulit, mendukung terus apa yang sudah mereka ketahui, yakni koalisi yang sudah lama berkuasa dan dituduh korupsi, atau mengambil risiko dengan memilih oposisi yang belum teruji.

Sebagian dari 13,3 juta pemilih negara Asia Tenggara itu yakin Barisan Nasional, yang telah mendominasi politik sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1957, harus dienyahkan untuk membersihkan pemerintahan Malaysia. Mereka mendukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Para pendukung Perdana Menteri yang sekarang Najib Razak menjawab bahwa perubahan terlalu riskan dan tidak perlu.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Associated Press, Ibrahim mengatakan, ia yakin aliansi tiga partainya dapat memenangkan pemilu dan menggulingkan koalisi yang telah lama berkuasa. Salah satu alasannya, kata Ibrahim, meningkatnya dukungan para pemilih muda yang ingin melihat perubahan politik.

Najib dalam kesempatan terpisah juga menyuarakan keyakinan yang sama. Ia bahkan mengatakan, koalisinya dapat merebut kembali sedikitnya dua pertiga kursi di parlemen untuk meraih mayoritas yang sempat hilang dari genggaman pada pemilu tahun 2008.
XS
SM
MD
LG