Tautan-tautan Akses

Rakyat Kongo Tuntut Para Penjahat Perang Negaranya Diadili ICC


Dalam foto tertanggal 16/1/2009 ini, Bosco Ntaganda, duduk di tengah, mengadakan jumpa pers dengan Menteri Dalanm Negeri Kongo, Celestine Mboyo (kanan) di Goma, Kongo.

Dalam foto tertanggal 16/1/2009 ini, Bosco Ntaganda, duduk di tengah, mengadakan jumpa pers dengan Menteri Dalanm Negeri Kongo, Celestine Mboyo (kanan) di Goma, Kongo.

Masyarakat Kongo menyambut penyerahan diri panglima perang Bosco Ntaganda, dan menuntut ia diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional. Tetapi mereka juga mengatakan banyak penjahat perang lainnya yang harus diadili.

Masyarakat di bagian timur Republik Demokratik Kongo mengatakan senang bekas panglima perang Bosco Ntaganda telah menyerahkan diri ke kedutaan besar Amerika di Rwanda, dan mengatakan mereka ingin dia diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Sampai beberapa hari yang lalu Bosco Ntaganda dan faksinya dari kelompok pemberontak M23 masih menguasai desa Kibati, Goma utara. Sekarang, Ntaganda berada dalam tahanan Amerika, menunggu waktu untuk dipindahkan ke ICC di Den Haag.

Kepala desa Kibati, Ignace Madingo, mendengar berita penyerahan Ntaganda itu, mengatakan ingin melihat Ntaganda dipindahkan ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, karena dia bertanggung jawab atas banyak kejahatan di Kivu Utuara, baik pembunuhan-pembunuhan dan kekerasan seksual.

Itu adalah pandangan umum yang ada di kalangan orang Kongo yang diwawancarai VOA di Kibati, Goma, dan tempat lain. Jika Ntaganda mempunyai simpatisan, mereka hanya diam saat ini.

Salah satu pemimpin adat mengatakan ia berpikir bekas panglima perang itu harus diadili di Kongo, karena kejahatannya itu dilakukan di Kongo, tetapi semua orang lainnya yang diwawancara VOA mengatakan mereka ingin dia diadili oleh ICC.

Reaksi umum dari banyak orang adalah kelegaan bahwa Ntaganda telah menyerahkan diri, tapi ada kecurigaan bahwa ia bisa lolos dari pengadilan atau hanya dijadikan kambing hitam.

Floride Bazimiziki bekerja untuk pemerintah lokal di Kibati. Dia mengatakan sangat senang Ntaganda telah ditangkap di Rwanda, tapi dia berharap ini tidak akan mengulang apa yang terjadi dengan Laurent Nkunda, seorang panglima perang Kongo yang ditahan di Rwanda pada tahun 2009, tetapi masih belum dipenjara atau diadili.

Dari sekitar 25 orang yang diwawancarai di sebuah pasar dan di jalan-jalan Goma, hampir semua mengatakan ada sejumlah tersangka penjahat perang lainnya yang mereka ingin supaya dihukum. Adalah keharusan untuk menangkap semua penjahat perang, semua pemimpin pemberontakan M23 - Uskup Jean Marie Runiga, Sultani Makenga, Bosco Ntaganda dan Laurent Nkunda.

Sultani Makenga, saingan Ntaganda untuk kepemimpinan M23, yang mengalahkan pasukan Ntaganda di medan tempur, sehingga mendorong Ntaganda untuk menyerahkan diri.

Makenga secara luas diperkirakan akan membuat kesepakatan dengan pemerintah Kongo di mana pasukannya akan diintegrasikan dengan tentara Kongo.

Banyak pengamat percaya bahwa pemerintah Kongo berisiko membuat kesalahan yang sama yang dibuat dengan Ntaganda jika memberikan Makenga pangkat sebagai jendral dan kekuasaan terlalu besar (Laporan: Nick Long/Kongo).
XS
SM
MD
LG