Tautan-tautan Akses

Rakyat Kamboja Ikuti Pemilihan Umum


PM Kamboja, Hun Sen (tengah) memberikan surat suaranya di sebuah TPS di kota Takhmau, selatan Phnom Penh, Kamboja (28/7).

PM Kamboja, Hun Sen (tengah) memberikan surat suaranya di sebuah TPS di kota Takhmau, selatan Phnom Penh, Kamboja (28/7).

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen ikut memberi suara dalam pemilu hari Minggu. Ia hadir beberapa saat setelah TPS di dekat kediamannya di Takmau, provinsi Kandal, Phnom Penh bagian selatan dibuka.

Warga Kamboja hari Minggu mengikuti pemilu yang diperkirakan akan memperpanjang kekuasaan Perdana Menteri Hun Sen yang sudah memimpin selama 28 tahun.

Hun Sen adalah salah satu diantara warga yang datang pertama kali ke TPS-TPS, beberapa saat setelah dibuka hari Minggu. Partai Rakyat Kamboja CPP pimpinan Hun Sen diperkirakan akan mendominasi pemilu.

Perdana Menteri Hun Sen tidak mengatakan apapun kepada para wartawan setibanya di sebuah TPS di propinsi Kandal – Phnom Penh bagian selatan. Tetapi pemimpin oposisi Sam Rainsy mengatakan pemimpin yang sudah lama berkuasa itu menciptakan sistem yang memastikan agar ia terpilih kembali. Meski ada kecurigaan terjadinya kecurangan, beberapa pemilih berharap partai-partai politik tetap menghormati proses pemilu.

Partai Rakyat Kamboja CPP memuji Perdana Menteri Hun Sen karena telah menciptakan kemakmuran ekonomi di negara itu setelah perang, kerusuhan dan pembunuhan massal selama bertahun-tahun.

CPP juga telah membantah tuduhan-tuduhan kelompok oposisi terhadap terjadinya kecurangan pemilih atau perkiraan kemenangan mudah pada pemilu hari Minggu ini.

Pemimpin kelompok oposisi Sam Rainsy mengatakan kepada para wartawan, ia tidak dapat memberi suara karena melampaui tenggat waktu pendaftaran. Sebelumnya Sam Rainsy, pemimpin Partai Penyelamat Nasional Kamboja, mengasingkan diri untuk menghindari hukuman penjara akibat tuduhan-tuduhan yang menurutnya bermotif politik. Sam Rainsy baru kembali ke Kamboja tanggal 19 Juli lalu setelah menerima pengampunan kerajaan dari Perdana Menteri Hun Sen.

Partai Perdana Menteri Hun Sen menguasai 90 dari 123 kusi di Majelis Nasional. Meski terdapat delapan partai lain yang bersaing dalam pemilu, namun hanya dua partai yang dinilai serius.

Perdana Menteri Hun Sen berkuasa selama 28 tahun dan mengatakan kepada Associated Press bahwa ia tidak berniat untuk mengundurkan diri dalam waktu dekat.

Sekitar 9,7 juta dari 15 juta warga memiliki hak pilih. Namun hanya separuh dari jumlah pemilih yang berusia di bawah 30 tahun.
XS
SM
MD
LG