Tautan-tautan Akses

AS

Rakyat AS Terguncang Pembunuhan di Dallas dan Kekerasan Polisi


Banyak warga masih diliputi emosi dari ledakan kekerasan minggu lalu yang menewaskan dua warga kulit hitam akibat ulah polisi, dan lima petugas polisi yang ditembak dalam demonstrasi damai.

“Pembunuhan ini harus dihentikan,” ujar Brian Williams, seorang dokter ahli trauma di Dallas, dalam konferensi pers Senin siang (11/7).

Sambil menahan air mata, Williams tampil bersama tim medis darurat yang mengobati korban-korban penembakan di Rumah Sakit Parkland Memorial Kamis malam pekan lalu setelah penembak jitu melepaskan tembakan ketika protes damai sedang berlangsung.

Williams melanjutkan: “Orang-orang kulit hitam tewas dan dilupakan. Orang-orang membalas terhadap petugas yang diambil sumpahnya untuk membela kita. Kita seharusnya bersatu dan mengakhiri semua keonaran ini.”

Sebagaimana Williams, banyak warga Amerika masih diliputi emosi dari ledakan kekerasan minggu lalu yang menewaskan dua warga kulit hitam akibat ulah polisi, dan lima petugas polisi yang ditembak penembak jitu selama berlangsung demonstrasi damai. Demonstrasi itu memprotes penangkapan pemimpin gerakan Black Lives Matter.

Kebingungan, kemarahan, dan keputus asaan terlihat di mana-mana, sementara opini dan kemarahan yang diungkapkan kadang-kadang melewati batas kesopanan dalam acara-acara radio maupun televisi, dan sudah tentu di media sosial.

Presiden Barack Obama akan berpidato pada upacara pemakaman kelima petugas polisi di Dallas Jumat. Obama akan berusaha menenangkan seluruh negara yang dibingungkan oleh apa yang oleh banyak orang dijuluki sebagai sebuah krisis nasional, melibatkan senjata, kekerasan polisi, dan acapkali didorong oleh sentimen rasisme. [jm]

XS
SM
MD
LG