Tautan-tautan Akses

Raja Thailand Dirawat karena Infeksi Darah yang Parah


Beberapa warga berdoa di depan potret Raja Bhumibol Adulyadej di Grand Palace di Bangkok, Thailand, Februari 2016.

Beberapa warga berdoa di depan potret Raja Bhumibol Adulyadej di Grand Palace di Bangkok, Thailand, Februari 2016.

Ia terakhir kali tampil di depan publik 11 Januari ketika melewatkan beberapa jam mengunjungi istananya di ibukota Thailand.

Informasi terbaru mengenai kesehatan raja yang paling lama memerintah di dunia mengatakan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej usia 88 tahun telah dirawat karena infeksi darah yang parah.

Dalam pernyataan hari Jumat (2/9), Istana Kerajaan mengatakan kondisi raja perlahan-lahan membaik setelah menjalani terapi pengganti ginjal secara terus menerus.

Pihak iIstana mengatakan ada air di paru-paru raja itu dan fungsi ginjalnya berkurang. Napas Raja Adulyadej sempat tersengal dan mengeluarkan dahak hari Rabu. Pemeriksaan kemudian menunjukkan infeksi parah dalam darahnya.

Menurut istana, tekanan darah yang rendah dan demam yang dialami Raja sejak itu membaik.

Raja itu dirawat karena berbagai penyakit selama tahun lalu di Rumah Skait Siriraj di Bangkok. Ia terakhir kali tampil di depan publik 11 Januari ketika melewatkan beberapa jam mengunjungi istananya di ibukota Thailand.

Raja itu sangat dihormati di Thailand dan berita mengenai kesehatannya dipantau rakyat dengan cermat.

Ketidakpastian mengenai kesehatan raja itu dan suksesinya telah meningkatkan perpecahan politik di Thailand sementara para pejabat berebut pengaruh. Meski demikian diskusi terbuka mengenai peninggalan raja itu dikontrol dengan ketat di Thailand, di mana menjelek-jelekkan atau menghina raja negara itu adalah sebuah kejahatan. [my/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG