Tautan-tautan Akses

Amnesty: Qatar Gagal Perbaiki Kondisi Buruh Migran


Para buruh migran melakukan pekerjaan konstruksi di stadion sepakbola Al-Wakra yang akan dipakai dalam Piala Dunia 2022 (foto: dok).

Para buruh migran melakukan pekerjaan konstruksi di stadion sepakbola Al-Wakra yang akan dipakai dalam Piala Dunia 2022 (foto: dok).

Sebuah kelompok HAM internasional mengatakan, Qatar, tuan rumah Piala Dunia 2022, telah gagal memperbaiki kondisi buruh migran.

Menyusul tekanan internasional, setahun lalu Qatar berjanji untuk memperbaiki hak-hak buruh migran, termasuk mengubah kebijakan yang mencegah pekerja meninggalkan negara itu atau berganti majikan.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Kamis (21/5), Amnesty International mengatakan, reformasi yang dilangsungkan Qatar tidak cukup cepat, dan hanya ada sedikit perubahan dirasakan1,5 juta buruh migran di Qatar.

Amnesty mengatakan, tanpa tidakan segera, janji yang dibuat Qatar tahun lalu bisa dianggap semata sebagai taktik untuk membuat negara Teluk itu tetap bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Kementerian Perburuhan dan Masalah Sosial Qatar membantah pernyataan Amnesty dengan mengatakan bahwa perubahan signifikan telah dibuat selama setahun terakhir. Khususnya, kementerian itu menyebutkan, usaha-usaha untuk meningkatkan jumlah pengawas buruh, menyediakan perumahan yang lebih baik bagi para pekerja dan mengambil tindakan terhadap mereka yang melanggar undang-undang perburuhan.

Coca Cola, Visa, dan Adidas – sponsor-sponsor utama Piala Dunia – merilis pernyataan Rabu yang mengatakan, mereka prihatin atas tindakan semena-mena terhadap para buruh migran yang masih berlanjut, namun tidak mengancam akan mencabut diri dari daftar sponsor.

FIFA, yang akan mengadakan sebuah konperensi besar bulan ini, menyambut laporan Amnesty International.

Organisasi pengelola sepak bola dunia itu mengatakan, FIFA telah berulangkali mendesak secara terbuka dan terhadap pihak berwenang tertinggi Qatar, bahwa kondisi kerja yang baik adalah suatu keharusan.

XS
SM
MD
LG