Tautan-tautan Akses

Pyongyang Bersalju Iringi Pemakaman Kim Jong Il


Kim Jong Un berjalan di sebelah peti jenasah mendiang ayahnya dalam prosesi pemakaman Kim Jong Ill di Pyongyang (28/12). Foto diambil dari Sentral Pemberitaan TV Korea Utara.

Kim Jong Un berjalan di sebelah peti jenasah mendiang ayahnya dalam prosesi pemakaman Kim Jong Ill di Pyongyang (28/12). Foto diambil dari Sentral Pemberitaan TV Korea Utara.

Serangkaian upacara pemakaman mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il telah dimulai di Pyongyang yang bersalju. Ratusan ribu orang diperkirakan berkumpul menghadiri upacara dua hari yang mewah untuk meresmikan warisannya dan pengalihan kekuasaan kepada putra bungsunya, Kim Jong Un.

Puluhan ribu warga Korea Utara yang berurai air mata memberi salam perpisahan mereka kepada pemimpin lama mereka, Kim Jong Il, ketika kendaraan yang mengusung kerandanya, melalui ibukota Pyongyang hari Rabu.

Para pemerhati di seluruh dunia mengamati gambar-gambar televisi prosesi pemakaman Kim Jong Il hari Rabu untuk mencari isyarat siapa yang memegang kekuasaan yang sesungguhnya setelah meninggalnya Kim.

Gambar-gambar yang ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah Korea Utara menunjukkan Kim Jong Un, anak Kim Jong Il yang kini menjadi penggantinya, jelas memegang peran utama dalam upacara itu. Ia mengenakan jas warna gelap, terus memberi penghormatan sambil berjalan disisi kendaraan yang membawa peti jenazah ayahnya yang diselimuti bendera merah, ketika iring-iringan itu kembali ke lapangan Istana Kumsuan.

Berjalan di belakangannya dalam prosesi pemakaman itu adalah paman Kim yang berpengaruh Jang Song Thaek, para pejabat tinggi partai Kim Ki Nam dan Choe Thae Bok, pimpinan militer Ri Yong Ho, menteri angkatan bersenjata Kim Yong Chun dan perwira tinggi militer Kim Jong Gak. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa mereka akan memegang peranan dalam kepemimpinan Korea Utara.

Salju memenuhi langi berawan ketika prosesi pemakaman dimulai Rabu pagi. Sebuah limosin hitam dengan potret besar mendiang pemimpin berada di depan prosesi itu melalui jalan raya di Pyongyang yang tertutup salju, diikuti sebuah limosin lain yang membawa peti jenazah Kim Jong Il yang ditutupi bendera dan diletakkan di atas hamparan bunga-bunga putih.

Ribuan warga Korea Utara yang meratap dan menangis berderet di sepanjang rute prosesi yang ditutupi salju. Banyak diantara mereka meraung-raung dan melambaikan tangan penuh kesedihan, sementara tentara berusaha mencegah mereka menerobos ke tengah jalan raya.

Sejumlah analis mengatakan kedekatan jalan antara para pejabat politik dan militer dengan pemimpin muda itu bisa menjadi petunjuk mengenai susunan lingkaran orang dalam Kim Jong Un kelak.

Sejak kematian Kim Jong Il 17 Desember lalu, televisi pemerintah telah berulangkali menayangkan kepiluan masyarakat yang luar biasa di seluruh pelosok Korea Utara.

Masa berkabung akan dengan resmi berakhir hari Kamis dengan upacara mengenang di seluruh negara itu tengah-hari, termasuk acara mengheningkan cipta selama 3 menit. Kereta api, kapal dan kendaraaan lain akan membunyikan pluit atau klakson.

XS
SM
MD
LG