Tautan-tautan Akses

Putra Mendiang PM Pakistan Janji Perjuangkan Demokrasi


Presiden Pakistan Asif Ali Zardari (kiri) mendampingi putranya, Bilawal Bhutto Zardari, saat meluncurkan karir politik di Garhi Khuda Baksh, Larkana, Pakistan, Kamis (27/12)

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari (kiri) mendampingi putranya, Bilawal Bhutto Zardari, saat meluncurkan karir politik di Garhi Khuda Baksh, Larkana, Pakistan, Kamis (27/12)

Putra mendiang perdana menteri Pakistan Benazir Bhutto yang menjadi korban pembunuhan, meluncurkan karir politik hari Kamis (27/12).

Dalam pidato memperingati lima tahun meninggalnya Benazir Bhutto hari Kamis (27/12), Bilawal Bhutto Zardari mengatakan Partai Rakyat Pakistan berjanji akan bekerja bagi kaum miskin dan melindungi Pakistan dari teroris, dan bertekad untuk melanjutkan perjuangan ibunya bagi demokrasi.

Benazir Bhutto tewas dalam bom bunuh diri dan serangan senjata api tanggal 27 Desember 2007 ketika berkampanya di kota Rawalpindi. Benazir Bhutto saat itu tengah menjabat sebagai Ketua Partai Rakyat Pakistan dalam pemilu nasional. Tidak lama setelah Benazir Bhutto tewas, suaminya - Asif Ali Zardari – menjadi presiden Pakistan.

Putra mereka – Bilawal Bhutto Zardari – lulusan Universitas Oxford yang berusia 24 tahun itu, dinilai terlalu muda untuk mencalonkan diri dalam pemilu tahun depan. Bilawal menjadi ketua Partai Rakyat Pakistan bersama ayahnya – Asif Ali Zardari – yang tidak disukai rakyat dan dituduh korupsi.

Hari Kamis Bilawal Bhutto Zardari berpidato di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di makam keluarga Bhutto di desa Garhi Khuda Bakhsh di propinsi Sindh selatan, untuk memperingati lima tahun kematian Benazir Bhutto.

XS
SM
MD
LG