Tautan-tautan Akses

Putin Tanda Tangani UU Aneksasi Krimea


Warga Moskow merayakan aneksasi Rusia atas Krimea di Red Square, Moskow (18/3).

Warga Moskow merayakan aneksasi Rusia atas Krimea di Red Square, Moskow (18/3).

Presiden Rusia Vladimir Putin hari Kamis menandatangani legislasi menjadi undang-undang yang melengkapi aneksasi Krimea, dan menyebutnya “peristiwa yang luar biasa.”

Upaya penandatangan di Kremlin itu terjadi setelah Dewan Federasi, yakni majelis tinggi parlemen Rusia dengan suara bulat memutuskan untuk menggabungkan wilayah Krimea ke dalam Rusia. Majelis rendah meratifikasi pakta itu hari Kamis, hanya empat hari setelah warga Krimea dalam referendum memilih memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Presiden Putin dan para pemimpin Krimea menandatangani pakta itu hari Selasa, dan Kremlin mengatakan pakta itu mulai berlaku sejak hari penandatanganannya.

Dalam pertemuan hari Jumat dengan dewan penasihat keamanannya, Putin mengatakan untuk saat ini, Rusia akan menunda pemberlakuan sanksi terhadap Amerika sebagai pembalasan atas sanksi Amerika terhadap Rusia terkait krisis di Ukraina.

Pengumuman itu disampaikan sementara majelis tinggi Parlemen Rusia hari Jumat sepakat untuk menggabungkan wilayah Krimea ke Rusia. Majelis rendah menyetujui kesepakatan itu hari Kamis, hanya empat hari setelah warga Krimea memberikan suara dalam referendum untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Presiden Putin dan para pemimpin Krimea menandatangani pakta itu hari Selasa, dan Kremlin mengatakan pakta itu mulai berlaku sejak ditandatangani.

Sementara itu di Brussels, Perdana Menteri interim Ukraina Arseniy Yatsenyuk menandatangani sebuah perjanjian asosiasi politik dengan Uni Eropa. Juga Jumat, Uni Eropa menambahkan nama 12 orang – semuanya warga Rusia atau Krimea – ke dalam daftar orang-orang yang dikenai larangan bepergian dan pembekuan aset, meningkatkan jumlahnya menjadi 33.

Diantara nama-nama baru yang ditambahkan dalam daftar sanksi Uni Eropa adalah Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin dan Dmitry Kiselyov, penyiar TV kontroversial yang mengepalai kantor berita Rusia Rossiya Segodnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Jumat bertemu dengan penjabat presiden Ukraina, Oleksandr Turchynov, dan penjabat Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev untuk membahas penyelesaian krisis itu. Hari Kamis, Ban Ki-moon bertemu dengan Presiden Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow. Ban Ki-moon mengatakan ia mendesak pemimpin Rusia itu agar mencegah “kejadian yang tidak diinginkan” di Ukraina atau sekitarnya yang bisa memperburuk ketegangan di wilayah yang bergejolak itu.

Hari Kamis, Presiden Amerika Barack Obama mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia. Berbicara di Gedung Putih, Obama mengatakan ia menghukum lebih banyak individu dan bank yang terlibat dalam pendudukan Rusia di semenanjung Laut Hitam itu. Sebelumnya, Amerika membatasi perjalanan dan kegiatan ekonomi beberapa orang penting Rusia yang terlibat dalam pengambilalihan Krimea.

XS
SM
MD
LG