Tautan-tautan Akses

Putin, Poroshenko akan Hadiri KTT di Belarus Pekan Depan


Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri acara peringatan Perang Dunia di Perancis Juni lalu (foto: dok).

Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri acara peringatan Perang Dunia di Perancis Juni lalu (foto: dok).

Kremlin Selasa ((19/8) mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bergabung dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko pada pertemuan tingkat tinggi di Belarus pekan depan.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Poroshenko mengatakan Uni Eropa, Belarus dan Kazakhstan juga akan ikut dalam pertemuan tanggal 26 Agustus, yang akan berfokus pada isu-isu yang mencakup upaya menstabilkan Ukraina timur.

Dalam perkembangan lain, militer Ukraina mengalami kemajuan di Ilovaysk, kubu pemberontak yang terletak sekitar 18 kilometer dari Donetsk.

Pemerintah dan pemberontak pro-Rusia mengatakan unit militer Ukraina masuk melalui satu sisi kota itu pada hari Selasa, menyusul bentrokan dengan pemberontak.

Lewat media sosial, Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan seorang tentara tewas dan empat luka-luka dalam pertempuran tersebut.

Sementara itu Selasa ini, militer Ukraina mengatakan telah menemukan jenazah 15 warga sipil yang ikut dalam konvoi yang diserang oleh pemberontak pro-Rusia.

Juru bicara militer Andriy Lysenko mengatakan upaya untuk menemukan lebih banyak jenazah telah ditangguhkan karena pertempuran yang terjadi di wilayah Ukraina timur yang dikoyak perang itu.

Ukraina mengatakan puluhan orang, termasuk anak-anak, kemungkinan besar tewas ketika mortir dan peluncur roket buatan Rusia menghantam konvoi yang melarikan diri dari pertempuran di kota Luhansk.

Seorang pemimpin separatis membantah pemberontak telah menyerang warga sipil, dan menyalahkan pasukan Ukraina.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Marie Harf mengutuk serangan itu, dan mengatakan warga sipil tak berdosa yang berusaha menjauh dari pertempuran telah menjadi korban. Harf mengatakan Amerika tidak dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab.

XS
SM
MD
LG