Tautan-tautan Akses

Putin Minta Parlemen Cabut Mandat Pengiriman Pasukan ke Ukraina


Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov (kiri) memberikan penjelasan kebijakan Rusia terhadap Ukraina timur (foto: dok).

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov (kiri) memberikan penjelasan kebijakan Rusia terhadap Ukraina timur (foto: dok).

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hari Selasa (24/6) mengatakan bahwa langkah baru itu diambil untuk “menormalkan” situasi di Ukraina timur.

Presiden Vladimir Putin telah meminta majelis tinggi parlemen Rusia agar mencabut hak itu diberikan kepadanya bulan Maret lalu untuk mengirim militer Rusia ke dalam wilayah Ukraina guna membela warga negara Rusia dan warga Ukraina berbahasa Rusia.

Putin telah meminta Dewan Federasi untuk memberikan wewenang penggunaan kekuatan militer Rusia di Ukraina setelah presiden pro-Rusia di negara itu dipaksa mundur dari kekuasaan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hari Selasa mengatakan bahwa langkah baru itu diambil untuk “menormalkan” situasi di Ukraina timur,” dan juga terkait dengan awal pembicaraan trilateral tentang masalah itu.”

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyambut baik langkah itu, dan kantornya hari Selasa mengatakan bahwa ia memandangnya sebagai “langkah praktis pertama” Putin dalam mendukung rencana perdamaian.

Hari Senin, para pemimpin separatis pro-Rusia bergabung dengan utusan Rusia dan para perunding Ukraina di kota Donetsk, Ukraina timur untuk pembicaraan yang bertujuan mengakhiri krisis itu. Mantan presiden Leonid Kuchma mewakili Ukraina.

Senin malam, Presiden Amerika Barack Obama mendesak Putin melalui pembicaraan telepon agar membantu menerapkan rencana perdamaian yang diajukan oleh Poroshenko, dimulai dengan gencatan senjata yang dinyatakan oleh Presiden Ukraina itu hari Jumat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG