Tautan-tautan Akses

Parlemen Rusia Pertimbangkan RUU HAM Balasan untuk AS


Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan RUU Magnitsky akan merugikan hubungan AS-Rusia (Foto: dok).

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan RUU Magnitsky akan merugikan hubungan AS-Rusia (Foto: dok).

Parlemen Rusia akan membahas RUU larangan masuk ke Rusia bagi warga AS yang diduga melanggar hak-hak warga Rusia di luar negeri, sebagai balasan RUU Magnitsky.

Presiden Vladimir Putin, hari Kamis (13/12) menyebut RUU Amerika yang dikenal sebagai “Undang-undang Magnitsky” tidak ramah dan dipolitisir, dengan mengatakan RUU itu akan merugikan hubungan Amerika-Rusia. Dia berjanji akan memberikan tanggapan yang selayaknya untuk UU tersebut.

Komentar Putin itu disampaikan sehari sebelum parlemen Rusia membahas RUU balasan yang berupa larangan masuk ke Rusia bagi warga Amerika yang diduga melanggar hak-hak warga Rusia di luar negeri, termasuk perlakuan buruk terhadap anak-anak Rusia yang diadopsi di Amerika.

Anggota parlemen Rusia mengatakan mereka kini mempertimbangkan untuk memberi nama undang-undang itu Dima Yakovlev, anak laki-laki Rusia yang meninggal setelah keluarga angkatnya di Amerika meninggalkannya terkunci di dalam mobil.

Rusia juga mengumumkan pembatasan impor daging dari beberapa negara, termasuk Amerika, tetapi membantah keterkaitannya dengan RUU Magnitsky.

Pekan lalu, Senat Amerika meloloskan RUU yang mencabut pembatasan-pembatasan perdagangan terhadap Rusia yang dimulai sejak era Perang Dingin dan menormalkan perdagangan dengan Moldova. RUU tersebut juga menolak pemberian visa kepada para pelanggar HAM Rusia serta membekukan aset mereka di bank-bank di Amerika. Presiden Barack Obama telah berjanji akan menandatangani RUU yang disetujui DPR Amerika bulan lalu.

Undang-undang itu diberi nama Sergei Magnitsky, seorang pengacara Rusia berusia 37 tahun yang dipenjarakan setelah ia mengecam apa yang disebutnya jaringan kejahatan pejabat yang mencuri $250 juta uang pajak. Dia meninggal di penjara pada tahun 2009.
XS
SM
MD
LG