Tautan-tautan Akses

Putin Janjikan Penyelidikan Penuh soal Skandal Doping Rusia

  • Daniel Schearf

Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji akan melakukan penyelidikan penuh soal tuduhan doping yang melibatkan federasi atletik Rusia. Putin didampingi Menteri Olahraga Vitaly Mutko memberikan pengarahan di kota Sochi, Rabu (11/11).

Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji akan melakukan penyelidikan penuh soal tuduhan doping yang melibatkan federasi atletik Rusia. Putin didampingi Menteri Olahraga Vitaly Mutko memberikan pengarahan di kota Sochi, Rabu (11/11).

Setelah Rusia menghadapi kemungkinan penskorsan atlit-atlitnya dalam pertandingan Olimpiade karena skandal doping, Presiden Vladimir Putin berjanji akan melakukan penyelidikan penuh.

Pejabat Rusia mendesak agar hanya atlit yang didapati bersalah dilarang bertanding pada Olimpiade musim panas di Brazil. Para analis mengatakan para atlit Olimpiade dan federasi atletik Rusia beresiko kehilangan para sponsor karena skandal tadi. Wartawan

Olah raga Rusia sedang diguncang tuduhan-tuduhan bahwa negara mendukung doping yang belum pernah terjadi sejak berakhirnya era Soviet.

Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya berbicara mengenai skandal itu. Ia memerintahkan pejabat olah raga agar mencurahkan perhatian mereka pada masalah itu.

"Yang kedua, kita harus melancarkan penyelidikan internal dan memastikan penyelidikan itu sangat terbuka. Saya ingin menekankan ini, kerjasama profesional yang terbukadengan badan-badan anti doping dunia. Di sini, di Rusia kita harus melakukan apa saja untuk menyelesaikan masalah ini," tegas Putin.

Komentar Putin itu menunjukkan perubahan dari tanggapan sebelumnya, yang menyangkal tuduhan-tuduhan Badan Anti Doping Dunia (WADA) sebagai tidak berdasar dan konspirasi terhadap Rusia.

"Mungkin beberapa orang atlit harus di keluarkan tapi bukan seluruh federasi. Rusia harus membela pandangannya dalam gelanggang olah raga dunia," ujar Yevgeny Denisov.

Menteri olah raga Rusia yang jugamenghadapi penyelidikan atas pelanggaran etika federasi sepak bola dunia (FIFA), berjanji untuk meningkatkan pengetesan penggunaan obat-obat terlarang dan menjatuhkan hukuman bagi pelanggarnya.

"Semuanya akan beres, Kami akan mengusulkan kerjasama penuh dengan WADA dalam perijinan kembali penggunaan laboratorium kami. Kemarin saya menerima pengunduran diri direktur laboratorium tersebut. Bukan karena ingin menunjukkan solidaritas dengan keputusan komisi WADA atau meninjau kinerja direktur itu. Setelah WADA berkali-kali menuding orang yang dimaksud, orang itu juga menganggap ia harus keluar," kata Vitaly Mutko, Menteri Olahraga Rusia.

Mantan ketua federasi atletik dunia (IAAF) juga mundur setelah dituduh menerima suap untuk membantu menutupi doping yang dilakukan Rusia.

Para pakar memperkirakan akan ada dampak keuangan yang merugikan.

"Para investor internasional, kalaupun masih ada bisa mempertimbangkan sikap mereka. Bahkan jumlah sponsor Piala Dunia tahun 2018 bisa berubah karena adanya perubahan dalam status dan citra nasional," kata Andrey Movchan.

Stadion Luzhniki di Moskow menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1980 dan dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Para pejabat Rusia harus bertindak cepat jika mereka ingin menghilangkan citra buruk yang membayangi olah raga Rusia. [my/ii]

XS
SM
MD
LG